ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto ditusuk oleh Syahrial Alamsyah alias Abu Rara saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten.
Kini, Wiranto telah menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, karena luka tusukan di bagian perutnya.
Kejadian brutal itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) pukul 11.50 WIB. Selain Wiranto, ada tiga orang lainnya yang terluka, yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, ulama Pandeglang Fuad dan ajudan Danrem.
Terkait ancaman pembunuhan terhadap Menko Polhukam Wiranto ini, pada bulan Mei 2019 lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan ada sejumlah tokoh yang masuk dalam target pembunuhan.
Tito menyebutkan sejumlah tokoh itu yakni, Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhu, Kabin Budi Gunawan dan Gories Mere.
Saat itu, Menko Polhukam Wiranto merespon hal tersebut dengan mengatakan bahwa, ia tidak akan pernah surut terhadap ancaman. Dia juga berkomitmen akan terus menegakkan kebenaran.
“Memang yang diancam tidak hanya empat orang, ada pejabat-pejabat lain yang juga diancam seperti yang saya alami. Tapi saya kira, kita tidak perlu surut dengan ancaman itu. Dan kami tetap teguh untuk menegakkan kebenaran, menegakkan keamanan nasional,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, pada 28 Mei 2019 lalu.
Ia menambahkan, meskipun ada ancaman pembunuhan, kita semua tetap bekerja keras sesuai dengan prosedur yang ada, dengan orientasi kami adalah mengamankan keselamatan negara.
“Soal nyawa itu ada di tangan (kekuasaan) Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT,” tegas Wiranto yang juga Ketua Umum PBSI dan Mantan Panglima ABRI ini.
Sebelum Insiden, Wiranto Resmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar

Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar (Unma), Pandegelang, Banten, Kamis, (10/10/2019).
Sebelum insiden penyerangan yang dialami Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, ia meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar (Unma), Pandegelang, Banten, Kamis, (10/10/2019).
“Pembangunan gedung baru dari Unma, 5 tingkat dan saya hadirin supaya Unma terus berkembang. saya punya sejarah yang panjang terhadap perkembangan Mata’ul Anwar, saya sudah kurang lebih 20 tahun bersama Mata’ul Anwar dan juga saya terus mengikuti perkembangan dari Unma sendiri sejak pembangunan pertama sampai sekarang,” jelas Wiranto kepada awak media seusai melakukan peresmian.
Menko Polhukam menyampaikan bahwa kehadirannya untuk datang meresmikan gedung baru tersebut supaya dapat memberikan motivasi atau dorongan kepada mahasiswa yang melaksanakan Pendidikan di Unma.
“Saya merasa perlu juga untuk memberikan dorongan semangat kepada Unma yang sudah terus memajukan pendidikan di banten khususnya dan itu sangat sinkron dengan program pemerintah kedepan yakni membangun sumber daya manusia,” jelas Wiranto.
Baca juga Jokowi Masih Butuh Nasehat dan Pertimbangan Wiranto
Menurut Wiranto, kehadirannya dalam melakukan peresmian tersebut merupakan tugas sebagai Menko Polhukam untuk membangun sumber daya manusia yang tidak hanya asal-asalan melainkan memiliki kecerdasan.
“Membangun sumber daya manusia yang tercerdaskan atau sering disebut human capital, manusia sebagai kapital, manusia yang cerdas, manusia yang tercerahkan. itu yang tadi saya sampaikan. Hari ini saya bersukur Unma dengan segala keterbatasannya melakukan yang terbaik untuk pendidikan di Banten,” terang Wiranto.























