ASPEK.ID, JAKARTA – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menjadi perbincangan menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Sejumlah nama kiai dan gus disebut-sebut bakal meramaikan kontestasi pemilihan ketua umum organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri, Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengungkapkan ada beberapa nama yang saat ini beredar sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Selain dirinya, terdapat nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mantan Penjabat Ketua Umum PBNU Zulfa Musthofa, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta petahana Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
“Ada Cak Imin, Gus Yahya, Kiai Zulfa sama Gus Yusuf tadi. Ya, yang beredar sekarang ya nama-nama itu,” kata Gus Salam, Minggu (7/6).
Menurut Gus Salam, selain nama-nama tersebut juga muncul spekulasi mengenai kemungkinan hadirnya figur dari kalangan kabinet pemerintahan. Namun hingga kini, peluang itu dinilai masih belum jelas.
Ia menyinggung nama Menteri Agama Nassarudin Umar dan Menteri Haji Muhammad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Meski demikian, Gus Salam menilai Gus Irfan tidak menunjukkan ketertarikan untuk ikut dalam bursa Ketua Umum PBNU.
“Yang masih tanda tanya ini Menteri Agama. Kalau Menteri Haji, ketika saya ketemu sih kayaknya beliau [Gus Irfan] tidak berminat ke sana. Karena beliau memang belum pernah terjun langsung di NU dan sejak awal lebih banyak berkiprah di Partai Gerindra,” ucap dia.
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, itu juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh yang namanya disebut dalam bursa calon ketua umum. Di antaranya Cak Imin yang merupakan keponakannya, Gus Yahya, hingga Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sebelumnya menyatakan tidak akan maju dalam pemilihan.
“Ya tentu lah [komunikasi dengan Cak Imin] wong kita saudara ya. Iya, maksudnya saya berkomunikasi semuanya. Dengan Gus Yahya komunikasi, dengan Gus Ipul komunikasi. Dengan teman-teman yang ikut ikhtiar juga Gus Yusuf, Kiai Zulfa, kan komunikasi baik,” katanya.
Gus Salam menegaskan setiap kader NU memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Menurutnya, proses pemilihan dalam muktamar merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk menentukan kepemimpinan ke depan. []
























