ASPEK.ID – Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Ju Ae, disebut mulai memasuki tahap penunjukan sebagai calon penerus kepemimpinan di negara tersebut. Kesimpulan itu disampaikan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan setelah melihat semakin intensnya kemunculan Kim Ju Ae dalam pemberitaan media pemerintah Korea Utara.
Dilansir Seoul Economic Daily, Selasa (1/9/2026), penilaian tersebut disampaikan NIS dalam rapat Komite Intelijen Majelis Nasional Korea Selatan pada Selasa (1/9/2026).
Anggota parlemen Partai Demokrat Korea Selatan, Yoon Kun Young, mengatakan badan intelijen menilai publikasi Kim Ju Ae yang terus meningkat merupakan bagian dari upaya membangun persepsi publik bahwa ia adalah pemimpin Korea Utara berikutnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kim Ju Ae kerap tampil mendampingi Kim Jong Un di berbagai agenda penting, terutama yang berkaitan dengan militer. Media pemerintah Korea Utara bahkan menampilkan dirinya saat menembakkan pistol hingga mengoperasikan tank tempur terbaru.
Belum lama ini, Kim Ju Ae juga terlihat menghadiri peringatan 73 tahun gencatan senjata Perang Korea bersama ayahnya. Kehadirannya di sejumlah acara kenegaraan dinilai semakin menguatkan dugaan bahwa ia sedang dipersiapkan sebagai suksesor Kim Jong Un.
Spekulasi mengenai peran Kim Ju Ae sebenarnya sudah muncul sejak November 2022, ketika ia pertama kali diperkenalkan ke publik saat mendampingi Kim Jong Un dalam peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Saat itu, usianya diperkirakan masih sekitar 10 tahun.
Kini, remaja yang diyakini berusia sekitar 12 hingga 14 tahun itu disebut mendapat penyebutan baru dari media pemerintah Korea Utara. Jika sebelumnya ia hanya disebut sebagai “anak kesayangan”, kini Kim Ju Ae mulai dijuluki sebagai “tokoh pembimbing hebat” atau Hyangdo.
Istilah Hyangdo memiliki makna khusus dalam politik Korea Utara karena selama ini identik dengan pemimpin tertinggi maupun sosok yang dipersiapkan menjadi penerus kekuasaan.
Dugaan tersebut semakin menguat setelah Kim Ju Ae tampil dalam parade militer Hari Kemenangan China pada September 2025. Banyak pengamat menilai kemunculannya di acara internasional yang sarat simbol politik itu menjadi sinyal kuat bahwa Kim Ju Ae sedang dipersiapkan untuk melanjutkan kepemimpinan dinasti Kim di Korea Utara. []













