• Latest
  • Trending
Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Menkes: Produksi Dokter Spesialis Indonesia di Bawah Negara Lain

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

DPR: Apresiasi Kepemimpinan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Menkes: Produksi Dokter Spesialis Indonesia di Bawah Negara Lain

by Aspek
September 4, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Ilustrasi dokter. Foto: Kompas.com

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan produksi dokter spesialis di Indonesia masih jauh di bawah negara lain jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Budi mengatakan tiap tahun Indonesia dengan jumlah penduduk 280 juta memproduksi sekitar 2.700 dokter spesialis. Namun, bila dibandingkan dengan Korea Selatan di kisaran 51 juta, tiap tahun ada 3 ribu dokter spesialis baru.

Inggris dengan populasi sekitar 70 juta jiwa bahkan menghasilkan sekitar 12.000 dokter spesialis per tahun.

BacaJuga

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

“Lalu, Amerika Serikat dengan 300 juta penduduk bisa menghasilkan 50 ribu dokter spesialis,” kata Budi.

Menurut Budi, jika mengacu pada perbandingan tersebut, Indonesia seharusnya mampu memproduksi sekitar 30.000 hingga 40.000 dokter spesialis per tahun.

“Jadi dari sisi produksi sudah jauh di bawah benchmark dunia. Jauh di bawah,” ujar Budi dalam peluncuran seleksi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V pada Kamis (3/9/2026).

Budi menuturkan salah satu penyebab rendahnya produksi tersebut adalah masih terbatasnya jumlah sentra pendidikan dokter spesialis di Tanah Air. Untuk mengatasi hal itu serta mendistribusikan tenaga medis ke pelosok Indonesia, pria yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan sejak akhir 2020 itu mengatakan pemerintah mencoba mengatasi itu lewat program PPDS hospital-based.

“Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit. Di luar negeri pendidikan postgraduate medical education juga dilakukan di rumah sakit,” kata Budi.

 

 

 

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

ASPEK.ID, JAKARTA -  Kementerian Kesehatan mencatat lonjakan pengakses layanan krisis psikologis Healing 119 hingga memicu antrean panjang. Peningkatan kebutuhan konseling...

Vaksin Covid-19 Telah Teruji dan Minim Efek Samping

Menkes Respons Usulan Gaji Minimum Dokter Rp 30 Juta-Rp 110 Juta

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi usulan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengenai penetapan standar...

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Menkes: Indonesia Butuh 30 Ribu dokter Spesialias, yang ada Hanya 2.700/Tahun 30.000

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Indonesia masih menghadapi krisis dokter spesialis. Di tengah jumlah penduduk yang mencapai 280 juta jiwa, dokter...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In