ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan produksi dokter spesialis di Indonesia masih jauh di bawah negara lain jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.
Budi mengatakan tiap tahun Indonesia dengan jumlah penduduk 280 juta memproduksi sekitar 2.700 dokter spesialis. Namun, bila dibandingkan dengan Korea Selatan di kisaran 51 juta, tiap tahun ada 3 ribu dokter spesialis baru.
Inggris dengan populasi sekitar 70 juta jiwa bahkan menghasilkan sekitar 12.000 dokter spesialis per tahun.
“Lalu, Amerika Serikat dengan 300 juta penduduk bisa menghasilkan 50 ribu dokter spesialis,” kata Budi.
Menurut Budi, jika mengacu pada perbandingan tersebut, Indonesia seharusnya mampu memproduksi sekitar 30.000 hingga 40.000 dokter spesialis per tahun.
“Jadi dari sisi produksi sudah jauh di bawah benchmark dunia. Jauh di bawah,” ujar Budi dalam peluncuran seleksi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V pada Kamis (3/9/2026).
Budi menuturkan salah satu penyebab rendahnya produksi tersebut adalah masih terbatasnya jumlah sentra pendidikan dokter spesialis di Tanah Air. Untuk mengatasi hal itu serta mendistribusikan tenaga medis ke pelosok Indonesia, pria yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan sejak akhir 2020 itu mengatakan pemerintah mencoba mengatasi itu lewat program PPDS hospital-based.
“Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit. Di luar negeri pendidikan postgraduate medical education juga dilakukan di rumah sakit,” kata Budi.
















