• Latest
  • Trending
Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Menkes: Produksi Dokter Spesialis Indonesia di Bawah Negara Lain

Wapres Gibran ke Sekolah Terdampak Banjir di Sumut, Bantu Laptop dll

Wapres Gibran ke Sekolah Terdampak Banjir di Sumut, Bantu Laptop dll

Pemerintah Terus Dukung UMKM dan Ekonomi Kreatif Naik Kelas

Survei: Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen, UMKM Terjepit Daya Beli

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

KRL Anjlok Saat Masuk Stasiun Jakarta Kota

KRL Anjlok Saat Masuk Stasiun Jakarta Kota

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Pertamina Batalkan Pembelian BBM Subsidi Pakai STNK di Sumatera Selatan

Gus Alex Janji Bongkar Aliran Uang Kuota Haji, Termasuk ke Pansus Haji

Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja Komisi VIII DPR Minta Uang Riyal untuk Oleh-oleh

Aceh Kebut Rute Pelayaran Krueng Geukuh-Penang, Rapergub Masuk Tahap Penyusunan

Aceh Kebut Rute Pelayaran Krueng Geukuh-Penang, Rapergub Masuk Tahap Penyusunan

Persis Solo Genjot Kondisi Fisik Jelang Laga Perdana Championship 2026/27

Persis Solo Genjot Kondisi Fisik Jelang Laga Perdana Championship 2026/27

Prabowo kembali ke Tanah Air, Mendarat Pukul 03.00 WIB

Prabowo kembali ke Tanah Air, Mendarat Pukul 03.00 WIB

Riset: Generasi di Atas 40 Tahun Lebih Gemar Belanja Daring Dibanding Gen Z

Riset: Generasi di Atas 40 Tahun Lebih Gemar Belanja Daring Dibanding Gen Z

Gibran Apresiasi Karya Mahasiswa Rompi Anti Tantrum

Gibran Apresiasi Karya Mahasiswa Rompi Anti Tantrum

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, September 4, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Menkes: Produksi Dokter Spesialis Indonesia di Bawah Negara Lain

by Aspek
September 4, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Ilustrasi dokter. Foto: Kompas.com

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan produksi dokter spesialis di Indonesia masih jauh di bawah negara lain jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Budi mengatakan tiap tahun Indonesia dengan jumlah penduduk 280 juta memproduksi sekitar 2.700 dokter spesialis. Namun, bila dibandingkan dengan Korea Selatan di kisaran 51 juta, tiap tahun ada 3 ribu dokter spesialis baru.

Inggris dengan populasi sekitar 70 juta jiwa bahkan menghasilkan sekitar 12.000 dokter spesialis per tahun.

BacaJuga

Wapres Gibran ke Sekolah Terdampak Banjir di Sumut, Bantu Laptop dll

Survei: Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen, UMKM Terjepit Daya Beli

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

KRL Anjlok Saat Masuk Stasiun Jakarta Kota

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Pertamina Batalkan Pembelian BBM Subsidi Pakai STNK di Sumatera Selatan

“Lalu, Amerika Serikat dengan 300 juta penduduk bisa menghasilkan 50 ribu dokter spesialis,” kata Budi.

Menurut Budi, jika mengacu pada perbandingan tersebut, Indonesia seharusnya mampu memproduksi sekitar 30.000 hingga 40.000 dokter spesialis per tahun.

“Jadi dari sisi produksi sudah jauh di bawah benchmark dunia. Jauh di bawah,” ujar Budi dalam peluncuran seleksi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V pada Kamis (3/9/2026).

Budi menuturkan salah satu penyebab rendahnya produksi tersebut adalah masih terbatasnya jumlah sentra pendidikan dokter spesialis di Tanah Air. Untuk mengatasi hal itu serta mendistribusikan tenaga medis ke pelosok Indonesia, pria yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan sejak akhir 2020 itu mengatakan pemerintah mencoba mengatasi itu lewat program PPDS hospital-based.

“Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit. Di luar negeri pendidikan postgraduate medical education juga dilakukan di rumah sakit,” kata Budi.

 

 

 

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Vaksin Covid-19 Telah Teruji dan Minim Efek Samping

Menkes Respons Usulan Gaji Minimum Dokter Rp 30 Juta-Rp 110 Juta

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi usulan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengenai penetapan standar...

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Menkes: Indonesia Butuh 30 Ribu dokter Spesialias, yang ada Hanya 2.700/Tahun 30.000

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Indonesia masih menghadapi krisis dokter spesialis. Di tengah jumlah penduduk yang mencapai 280 juta jiwa, dokter...

Pulihkan 3.000 Faskes di Sumatera, Kemenkes Butuh Rp 529,3 Miliar

Menkes Budi Masuk Calon Dirjen WHO 2027

  ASPEK.ID, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar prospective candidates atau calon potensial untuk posisi Direktur...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In