• Latest
  • Trending
Duduk di Antara Ganjar dan Erick, Rais Aam PBNU: Panitia Porseni Top Markotop

Ada yang Cemburu pada Erick Thohir?

Menhan Pastikan Kadet Perempuan Unhan Boleh Pakai Jilbab

Menhan Pastikan Kadet Perempuan Unhan Boleh Pakai Jilbab

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Ekonom: Biaya Mencegah Karhutla Lebih Kecil Dibandingkan Kerugian Ekonomi

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

Haji Isam Dikabarkan Mau Ambil Alih Saham BYAN

Istana Bantah Haji Isam Koordinator Penanganan Kebakaran Hutan Kalimantan

Harris Abdi Sembiring Meliala Resmi Pimpin Pertamina Trans Kontinental

Harris Abdi Sembiring Meliala Resmi Pimpin Pertamina Trans Kontinental

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

72 Warga Tersangka Karhutla, Sita Korek Api

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Bareskrim Buru Pemodal di Balik Karhutla Kalimantan

Presiden Prabowo Teken Keppres Pemberhentian M Nasir sebagai Sekda Aceh

Presiden Prabowo Teken Keppres Pemberhentian M Nasir sebagai Sekda Aceh

Pendiri Pasar Muamalah Dinar-Dirham Jadi Tersangka

Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Diduga Bakar Lahan untuk Sawit

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Malaysia dan Brunei Menggunakan Mekanisme ASEAN Selesaikan Masalah Kabut Asap Lintas Batas

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

BNPB: 3 Hambatan Padamkan Karhutla

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ada yang Cemburu pada Erick Thohir?

by REDAKSI
Februari 11, 2023
in NEWS, OPINI
Duduk di Antara Ganjar dan Erick, Rais Aam PBNU: Panitia Porseni Top Markotop

Oleh: Zulfata
Direktur Lembaga Inovasi Indonesia (LII)

Siapa menyangka, kedekatan Erick Thohir menjadikannya viral di ruang publik, terutama bagi relawan politik yang barangkali berbeda haluan dengan politik Erick. Melalui viralnya konten yang dialamatkan untuk Erick tersebut secara langsung menyulut berbagai kritikan dan dukungan terhadap Erick itu sendiri.

Posisi Erick sebagai steering committee pada peringatan satu abad NU tahun 2023 dianggap telah menjadi pemicu utama bagi sekelompok relawan politik yang sedang “menyerang” Erick dalam bentuk berbagai konten, narasi hingga framing kecurigaan tanpa dasar yang jelas.

BacaJuga

Menhan Pastikan Kadet Perempuan Unhan Boleh Pakai Jilbab

Ekonom: Biaya Mencegah Karhutla Lebih Kecil Dibandingkan Kerugian Ekonomi

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

Istana Bantah Haji Isam Koordinator Penanganan Kebakaran Hutan Kalimantan

Harris Abdi Sembiring Meliala Resmi Pimpin Pertamina Trans Kontinental

72 Warga Tersangka Karhutla, Sita Korek Api

Misalnya, terdapat beberapa sikap relawan politik kreatif dari koalisi tertentu yang seolah-olah memposisikan dirinya sebagai agen pencerahan politik bagi publik dengan memakai seragam dukungan terhadap kelompok tertentu pula. Dalam konten tersebut, ia merumus dan membingkai kecurigaan tanpa dasar serta dangkal dan lucu.

Uniknya, pada saat ia berusaha untuk menyebutkan bahwa perkembangan politik Indonesia semakin dangkal, praqmatisme dan instan, tanpa disadarinya pula, melalui framing narasi yang dibangun di atas justru menampakkan posisi relawan politik tersebut sedang mengalami kecemburuanya terhadap kedekatan Erick dengan NU saat ini, atau tepatnya kemampuan Erick dapat menjadi bintang dalam perayaan satu abad NU menjadikan kelompok-kelompok tertentu menyikapinya dengan konten-konten yang tidak mendewasakan perbedaaan politik publik.

Benar bahwa menjelang puncak pelaksanaan pilpres 2024, ada ada saja keanehan perilaku relawan politik, ada yang menyerang dengan alasan bukan pilihannya, ada yang berusaha mencari cari kesalahan lawannya sementara kesalahan kelompoknya tidak disukainya untuk juga buka ke ruang publik. Sehingga bukan saja para sosok petarung capres atau cawapres yang berusaha memanfaatkan ormas atau partai politik tertentu, tetapi juga para relawan tertentu juga tampak sedang memanfaatkan momen pilpres 2024 sebagai kekonyolannya dalam menyampaikan argumentasi di ruang publik.

Disadari atau tidak, terkadang yang membuat politik Indonesia menjadi gaduh dan bising serta tak mendewasakan juga disebabkan oleh relawan politik yang hanya bermodalkan perangkat media sosial seadanya dan kemudian menebar analisis politik yang seolah-olah ia pakar dan paham perilaku lawan politiknya.

Alih-alih untuk memperbaiki cara menyerang lawan politik secara elegan, justru yang terjadi adalah mempertontonkan dagelan dan kebodohan dari relawan politik itu sendiri.

Sebagai seorang yang terus mencermati gelagat relawan politik dan iklim berpolitik menuju pilpres 2024, adalah sesuatu yang lucu ketika ada barisan kelompok yang mendukung sosok tertentu yang hanya jago dalam membolak-balikkan fakta melalui kata-kata, bahkan sosok yang ia dukung tersebut juga bagian dari kekuatan besar yang berada di ketiak apa yang disebut sebagai politik pragmatisme itu sendiri.

Memang perilaku atau analisis politik relawan politik atau buzzer akhir-akhir ini semakin lucu dan konyol tingkahnya. Lucu dan konyol karena kesalahan lawan politik di seberang lautan ia nyatakan mampu melihatnya, namun kesalahan sosok yang didukungnya berada di lubang hidungnya justru tak mampu diciumnya.

Maraknya fenomena relawan politik seperti inilah sejatinya patut dihindari oleh publik. Keberadaan relawan politik seperti ini tanpa disadari justru akan semakin memperkeruh dan menghambat terjadinya proses pendewasaan perbedaan politik kewargaan.

Barangkali, posisi Erick yang masih diserang karena kelompok tertentu tak mampu sedekat NU dengan Erick, ketidakmampuan kelompok tersebut tentunya dapat dipertanyakan, apakah kelompok politik tersebut tidak memiliki reputasi? Apakah tidak memiliki prestasi? Atau karena tidak memiliki cara yang bijaksana untuk menjadi bagian penting dari NU? Sungguh perilaku orang-orang cemburu terhadap prestasi orang lain sulit mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berada di luar lingkaran politiknya.

Terlepas dari kepentingan apapun, secara objektif dapat dipahami bahwa dengan viralnya video berdurasi singkat terkait kritikan yang dialamatkan untuk Erick karena menjadi bintang di hari puncak perayaan NU, adalah sebuah perilaku yang tidak mendidik publik secara elegan, namun justru menaburkan prasangka buruk dan kekerdilan berpolitik.

Diakui atau tidak, saat ini memang ada barisan politik tertentu yang sedang cemburu bahkan tidak menyukai ketika Erick berada pada posisi strategis dalam simpul-simpul politik nasional di negeri ini, termasuk atas keberadaan Erick yang tampak semakin mesra dengan NU.

Pertanyaan lanjutannya adalah apakah kedekatan tersebut tidak boleh terjadi di tubuh NU? Bukankah NU adalah ormas keagamaan yang siap bersinergi dengan siapapun atas nama memperjuangkan cita-cita negara Indonesia? Lantas mengapa api cemburu terus membakar sekelompok politik dari poros tertentu.

Tanpa menjawab rentetan pertanyaan di atas secara fokus, perlu digarisbawahi adalah peran relawan politik sejatinya bukanlah tidak perlu, tetapi bukan berarti kehadiran relawan politik justru menjadi panggung bagi eksisnya sikap politik kekanak-kanakan, terbakar api cemburu dan kemudian tidak menentu membangun narasi untuk melemparkan noda terhadap orang lain. Bukankah kita saat ini sedang berjuang untuk semakin hadir dan kuatnya pemilih rasional? Bukankah saat ini kita menginginkan pencerdasan politik di Indonesia terus berlangsung? Untuk menuju kesana, salah satu jalannya adalah dewasa dalam menjadi relawan politik, akui prestasi yang dicapai oleh lawan politik meskipun itu menyakitkan.

Komentar
Share35Tweet22SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Menhan Pastikan Kadet Perempuan Unhan Boleh Pakai Jilbab

Menhan Pastikan Kadet Perempuan Unhan Boleh Pakai Jilbab

  ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memastikan kadet perempuan Universitas Pertahanan (Unhan) yang Muslim dapat mengenakan jilbab...

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Ekonom: Biaya Mencegah Karhutla Lebih Kecil Dibandingkan Kerugian Ekonomi

    ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian memandang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah...

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

    ASPEK.ID, SIKKA - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar kepada 534 penyintas gempa...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In