• Latest
  • Trending
Duduk di Antara Ganjar dan Erick, Rais Aam PBNU: Panitia Porseni Top Markotop

Ada yang Cemburu pada Erick Thohir?

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

PT DKI Sunat Vonis 4 Terdakwa Korupsi Minyak Mentah, Jadi 7 dan 8 Tahun Penjara

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 2,9 Kg Emas Senilai Rp 7,25 M ke Malaysia

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 2,9 Kg Emas Senilai Rp 7,25 M ke Malaysia

Eks Kapolda Lampung Resmi Jabat Irjen Kemendag, Mendag Titip Pesan Ini

Eks Kapolda Lampung Resmi Jabat Irjen Kemendag, Mendag Titip Pesan Ini

Kisah Yusuf, Napi di Lapas Ciangir yang Raup Rp 800 Ribu Sebulan dari Beternak Ayam

Kisah Yusuf, Napi di Lapas Ciangir yang Raup Rp 800 Ribu Sebulan dari Beternak Ayam

Biosolar B50 Resmi Meluncur, Prabowo: RI Negara Pertama di Dunia yang Terapkan

Biosolar B50 Resmi Meluncur, Prabowo: RI Negara Pertama di Dunia yang Terapkan

Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Bui di Kasus ‘Jatah Preman’

Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Bui di Kasus ‘Jatah Preman’

Mapolda Metro Jaya Dijaga Ketat, Kendaraan Taktis Brimob Disiagakan

Mapolda Metro Jaya Dijaga Ketat, Kendaraan Taktis Brimob Disiagakan

IKN Memasuki Fase Kematangan: Konsep yang Kuat Harus Dikawal Implementasinya demi Masa Depan Indonesia

IKN Memasuki Fase Kematangan: Konsep yang Kuat Harus Dikawal Implementasinya demi Masa Depan Indonesia

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Sita SGD12 Ribu yang Diduga Dikembalikan Raja Juli kepada Bupati Kuansing

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Juli 9, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ada yang Cemburu pada Erick Thohir?

by REDAKSI
Februari 11, 2023
in NEWS, OPINI
Duduk di Antara Ganjar dan Erick, Rais Aam PBNU: Panitia Porseni Top Markotop

Oleh: Zulfata
Direktur Lembaga Inovasi Indonesia (LII)

Siapa menyangka, kedekatan Erick Thohir menjadikannya viral di ruang publik, terutama bagi relawan politik yang barangkali berbeda haluan dengan politik Erick. Melalui viralnya konten yang dialamatkan untuk Erick tersebut secara langsung menyulut berbagai kritikan dan dukungan terhadap Erick itu sendiri.

Posisi Erick sebagai steering committee pada peringatan satu abad NU tahun 2023 dianggap telah menjadi pemicu utama bagi sekelompok relawan politik yang sedang “menyerang” Erick dalam bentuk berbagai konten, narasi hingga framing kecurigaan tanpa dasar yang jelas.

BacaJuga

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

PT DKI Sunat Vonis 4 Terdakwa Korupsi Minyak Mentah, Jadi 7 dan 8 Tahun Penjara

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 2,9 Kg Emas Senilai Rp 7,25 M ke Malaysia

Eks Kapolda Lampung Resmi Jabat Irjen Kemendag, Mendag Titip Pesan Ini

Misalnya, terdapat beberapa sikap relawan politik kreatif dari koalisi tertentu yang seolah-olah memposisikan dirinya sebagai agen pencerahan politik bagi publik dengan memakai seragam dukungan terhadap kelompok tertentu pula. Dalam konten tersebut, ia merumus dan membingkai kecurigaan tanpa dasar serta dangkal dan lucu.

Uniknya, pada saat ia berusaha untuk menyebutkan bahwa perkembangan politik Indonesia semakin dangkal, praqmatisme dan instan, tanpa disadarinya pula, melalui framing narasi yang dibangun di atas justru menampakkan posisi relawan politik tersebut sedang mengalami kecemburuanya terhadap kedekatan Erick dengan NU saat ini, atau tepatnya kemampuan Erick dapat menjadi bintang dalam perayaan satu abad NU menjadikan kelompok-kelompok tertentu menyikapinya dengan konten-konten yang tidak mendewasakan perbedaaan politik publik.

Benar bahwa menjelang puncak pelaksanaan pilpres 2024, ada ada saja keanehan perilaku relawan politik, ada yang menyerang dengan alasan bukan pilihannya, ada yang berusaha mencari cari kesalahan lawannya sementara kesalahan kelompoknya tidak disukainya untuk juga buka ke ruang publik. Sehingga bukan saja para sosok petarung capres atau cawapres yang berusaha memanfaatkan ormas atau partai politik tertentu, tetapi juga para relawan tertentu juga tampak sedang memanfaatkan momen pilpres 2024 sebagai kekonyolannya dalam menyampaikan argumentasi di ruang publik.

Disadari atau tidak, terkadang yang membuat politik Indonesia menjadi gaduh dan bising serta tak mendewasakan juga disebabkan oleh relawan politik yang hanya bermodalkan perangkat media sosial seadanya dan kemudian menebar analisis politik yang seolah-olah ia pakar dan paham perilaku lawan politiknya.

Alih-alih untuk memperbaiki cara menyerang lawan politik secara elegan, justru yang terjadi adalah mempertontonkan dagelan dan kebodohan dari relawan politik itu sendiri.

Sebagai seorang yang terus mencermati gelagat relawan politik dan iklim berpolitik menuju pilpres 2024, adalah sesuatu yang lucu ketika ada barisan kelompok yang mendukung sosok tertentu yang hanya jago dalam membolak-balikkan fakta melalui kata-kata, bahkan sosok yang ia dukung tersebut juga bagian dari kekuatan besar yang berada di ketiak apa yang disebut sebagai politik pragmatisme itu sendiri.

Memang perilaku atau analisis politik relawan politik atau buzzer akhir-akhir ini semakin lucu dan konyol tingkahnya. Lucu dan konyol karena kesalahan lawan politik di seberang lautan ia nyatakan mampu melihatnya, namun kesalahan sosok yang didukungnya berada di lubang hidungnya justru tak mampu diciumnya.

Maraknya fenomena relawan politik seperti inilah sejatinya patut dihindari oleh publik. Keberadaan relawan politik seperti ini tanpa disadari justru akan semakin memperkeruh dan menghambat terjadinya proses pendewasaan perbedaan politik kewargaan.

Barangkali, posisi Erick yang masih diserang karena kelompok tertentu tak mampu sedekat NU dengan Erick, ketidakmampuan kelompok tersebut tentunya dapat dipertanyakan, apakah kelompok politik tersebut tidak memiliki reputasi? Apakah tidak memiliki prestasi? Atau karena tidak memiliki cara yang bijaksana untuk menjadi bagian penting dari NU? Sungguh perilaku orang-orang cemburu terhadap prestasi orang lain sulit mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berada di luar lingkaran politiknya.

Terlepas dari kepentingan apapun, secara objektif dapat dipahami bahwa dengan viralnya video berdurasi singkat terkait kritikan yang dialamatkan untuk Erick karena menjadi bintang di hari puncak perayaan NU, adalah sebuah perilaku yang tidak mendidik publik secara elegan, namun justru menaburkan prasangka buruk dan kekerdilan berpolitik.

Diakui atau tidak, saat ini memang ada barisan politik tertentu yang sedang cemburu bahkan tidak menyukai ketika Erick berada pada posisi strategis dalam simpul-simpul politik nasional di negeri ini, termasuk atas keberadaan Erick yang tampak semakin mesra dengan NU.

Pertanyaan lanjutannya adalah apakah kedekatan tersebut tidak boleh terjadi di tubuh NU? Bukankah NU adalah ormas keagamaan yang siap bersinergi dengan siapapun atas nama memperjuangkan cita-cita negara Indonesia? Lantas mengapa api cemburu terus membakar sekelompok politik dari poros tertentu.

Tanpa menjawab rentetan pertanyaan di atas secara fokus, perlu digarisbawahi adalah peran relawan politik sejatinya bukanlah tidak perlu, tetapi bukan berarti kehadiran relawan politik justru menjadi panggung bagi eksisnya sikap politik kekanak-kanakan, terbakar api cemburu dan kemudian tidak menentu membangun narasi untuk melemparkan noda terhadap orang lain. Bukankah kita saat ini sedang berjuang untuk semakin hadir dan kuatnya pemilih rasional? Bukankah saat ini kita menginginkan pencerdasan politik di Indonesia terus berlangsung? Untuk menuju kesana, salah satu jalannya adalah dewasa dalam menjadi relawan politik, akui prestasi yang dicapai oleh lawan politik meskipun itu menyakitkan.

Komentar
Share35Tweet22SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

ASPEK.ID, KARAWANG - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan penggunaan Biodiesel B50, yakni bahan bakar solar dengan campuran 50% Fatty Acid...

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI Ma'ruf Cahyono usai menjalani pemeriksaan sebagai...

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

ASPEK.ID, JAKARTA - Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 diperkirakan turun menjadi Rp 174 triliun. Nilai tersebut lebih...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

PT DKI Sunat Vonis 4 Terdakwa Korupsi Minyak Mentah, Jadi 7 dan 8 Tahun Penjara

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In