ASPEK.ID, JAKARTA – Susunan kepengurusan di jajaran manajemen PT Aneka Tambang atau Antam (Persero) Tbk dirombak oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Perombakan itu dilakukan oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Borobudur di Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.
Dalam RUPSLB tersebut, Dana Amin diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Arie Prabowo Ariotedjo, Anton Herdianto diangkat sebagai Direktur Keuangan menggantikan Dimas Wikan Pramudhito serta Rosono menjadi Direktur Pengembangan Usaha menggantikan Sutrisno S.
Sementara itu, jajaran Dewan Komisaris juga dirombak, dimana Agus Surya Bakti diangkat sebagai Komisaris Utama PT Antam (Persero) Tbk, menggantikan Fachrul Razi yang sebelumnya telah diangkat sebagai Menteri Agama RI.
Profil PT ANTAM (Persero) Tbk
PT Antam merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). PT Antam didirikan pada tanggal 5 Juli 1968.
Kegiatan Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral. Pendapatan PT Antam diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia.
Komoditas utama Antam adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama Antam adalah pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi.
PT Antam memiliki 10 anak perusahaan yakni PT Indonesia Coal Resources (Indonesia) PT Cibaliung Sumberdaya, PT Gag Nikel, Asia Pacific Nickel Pty Ltd, PT Antam Resourcindo, PT Borneo Edo International, PT Mega Citra Utama, PT Indonesia Chemical Alumina, PT Antam Jindal Stainless Indonesia dan PT Indonesia Chemical Alumina.






















