ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyebut satu-dua toko ritel tutup setiap karena Covid-19.
“Data indikator tahun 2020 lima-enam toko swalayan tutup. Kemudian pada 2021 ada satu-dua toko tutup setiap hari,” kata Roy Nicholas Mandey dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Kamis (22/7).
Roy menjelaskan, banyak toko ritel tutup kehilangan omzet karena tidak mampu mengimbangi antara biaya operasional dengan hasil pendapatan. Kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat hingga pandemi Covid-19 yang masih belum terkendali menjadi penyebab banyak toko ritel bangkrut. Pada 2020, terdapat sekitar 1.300 toko swalayan tutup di seluruh Indonesia. Lalu, ada sekitar 200 toko yang juga tutup hingga Juni 2021.
Bisnis ritel punya pengaruh yang besar bagi perekonomian nasional. Pada 2019, Indonesia menduduki peringkat lima besar dunia dengan market cap ritel senilai USD 326 miliar.
“Kalau itu sampai tergerus dan terdampak betapa besar multiplier effect-nya,” ujar Roy dikutip dari merdeka.
























