ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah kembali memperluas agenda hilirisasi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Lahadalia, berencana menambah daftar proyek hilirisasi strategis dalam waktu dekat.
Langkah tersebut dibenarkan Sekretaris Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Ahmad Erani Yustika. Ia menyebut ekspansi proyek hilirisasi akan terus berjalan dan tidak berhenti pada daftar proyek yang sudah diumumkan sebelumnya.
“Pokoknya yang hilirisasi itu akan terus-menerus ditambah memang. Terus tim-tim Satgas hilirisasi sekarang juga lagi mendesain atau menginisiasi proyek-proyek lain. Karena itu memang akan terus dilakukan,” kata Erani di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (13/2).
Menurutnya, proyek hilirisasi berikutnya tidak hanya berfokus pada sektor mineral dan batu bara (minerba) serta minyak dan gas (migas), tetapi juga menyasar sektor-sektor produktif lainnya yang dinilai strategis bagi penguatan ketahanan nasional.
“Ada semua. Di minerba ada, di migas ada, perikanan ada, pertanian,” katanya.
Meski demikian, Erani belum memerinci proyek mana yang akan lebih dahulu diumumkan. Ia menjelaskan setiap inisiatif yang dirancang Satgas harus melalui tahapan presentasi kepada Presiden sebelum masuk tahap lanjutan.
“Kita belum bisa memastikan. Karena biasanya setelah kita selesai ada inisiasi, kira-kira ini baru kita presentasikan ke Presiden. Kalau Presiden oke, kita lanjutkan ke Pra FS,” katanya.
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan hasil rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (11/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia melaporkan progres enam proyek hilirisasi yang telah memasuki tahap groundbreaking.
Selain enam proyek tersebut, pemerintah juga menyiapkan 12 proyek hilirisasi tambahan yang akan segera memasuki tahap peresmian pembangunan. Pemerintah berharap gelombang proyek baru ini dapat memperkuat struktur industri dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan impor.
Bahlil juga menyampaikan adanya sejumlah program hilirisasi baru yang tengah disiapkan untuk mendukung substitusi impor. Namun, detail program tersebut belum dipublikasikan ke publik.
Ekspansi hilirisasi lintas sektor ini menandai upaya pemerintah untuk memperluas nilai tambah sumber daya nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan pangan dalam jangka panjang. []























