ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (25/1). Pertemuan ini membahas agenda strategis nasional, mulai dari ketahanan energi hingga penertiban kawasan hutan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, ratas tersebut digelar tak lama setelah Presiden Prabowo kembali dari kunjungan luar negeri. Rapat itu menjadi momentum evaluasi langsung atas program-program prioritas pemerintah.
“Rapat ini digelar setelah Bapak Presiden kembali dari kunjungan luar negeri sebagai bentuk pengecekan langsung terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah,” ucap Bahlil Lahadlia dikutip dari medsos miliknya, Senin (27/1).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil melaporkan perkembangan sektor minyak dan gas bumi (migas). Pemerintah menargetkan penguatan ketahanan energi nasional dengan sasaran peningkatan produksi minyak siap jual hingga 900 ribu barel per hari (BOPD), bahkan mencapai 1 juta BOPD pada 2029.
Selain migas, isu penertiban kawasan hutan turut menjadi perhatian utama. Pemerintah menyoroti dugaan pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan oleh puluhan perusahaan lintas sektor. Praktik tersebut dinilai berdampak serius terhadap lingkungan dan disebut menjadi salah satu pemicu bencana alam di sejumlah wilayah.
Ratas di Hambalang juga membahas sektor strategis lain yang dinilai krusial bagi agenda pembangunan nasional. Mulai dari penguatan Koperasi Desa Merah Putih, kerja sama pendidikan tinggi dengan sektor mineral dan batu bara (minerba), hingga kondisi sektor perbankan nasional.
“Turut dibahas sejumlah sektor strategis lainnya, mulai dari pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, kerja sama pendidikan tinggi dan minerba, sektor perbankan, hingga pertahanan, keamanan, dan penertiban kawasan hutan,” tambahnya.
Sejumlah menteri yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. []




















