ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok target lifting minyak nasional sebesar 610.000 barel per hari (bph) pada 2026. Target ini naik dibandingkan sasaran 2025 yang berada di level 605.000 bph, seiring upaya pemerintah menjaga ketahanan energi di tengah tantangan penurunan produksi alamiah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan, pemerintah akan melanjutkan berbagai strategi yang telah dijalankan sebelumnya untuk mengejar target tersebut.
“Biar mencapai 610 ribu bph. Upaya-upaya kita tahun kemarin. Terus kita lanjutkan,” kata Laode, Rabu (21/1).
Laode menjelaskan, sejumlah program peningkatan produksi tetap menjadi andalan, termasuk pengembangan enhanced oil recovery (EOR) di berbagai lapangan migas. Proyek EOR yang telah berjalan akan diperluas ke beberapa wilayah lain guna mengoptimalkan produksi dari lapangan-lapangan yang sudah mature.
Selain itu, pemerintah juga mendorong kontribusi dari sumur minyak masyarakat yang saat ini mulai menunjukkan hasil. Ke depan, jumlah sumur yang dikelola masyarakat akan terus ditambah untuk mendukung capaian lifting nasional.
“Kemudian ada EOR juga sudah dimulai. Nah ini kita mau lakukan lagi di beberapa lokasi. Kemudian sumur masyarakat sudah dimulai. Kita upayakan akan nambah lagi,” ujarnya.
Pemerintah optimistis kombinasi optimalisasi lapangan eksisting, penerapan teknologi EOR, serta pelibatan masyarakat dapat menopang target lifting minyak pada 2026. []
























