ASPEK.ID, MALUKU – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia membantah keras tudingan keterlibatan dalam penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Bahlil mengaku justru menjadi korban penyadapan.
Ia pun menegaskan bahwa pihaknya sangat loyal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Terlebih, kata Bahlil, kesetiaan kepada pimpinan merupakan karakter yang melekat pada dirinya sebagai orang Indonesia Timur.
“Saya ingin menyampaikan bahwa salah satu ciri karakter kita orang timur dalam bekerja, itu persoalan kepercayaan itu adalah loyalitas. Kesetiaan. Kita ini rata-rata kita punya nenek moyang ini kan semua orang-orang setia. Orang-orang yang enggak perlu diuji nyalinya. Taat,” tegas Bahlil dalam acara pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu, (7/11/2026).
Menurut Bahlil, loyalitas harus diwujudkan melalui ketaatan dan totalitas dalam menjalankan tanggung jawab. Ia juga menegaskan tidak mengenal prinsip pengkhianatan.
“Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasan, loyalitas sama atasan, totalitas. Dan itu adalah ciri kita orang timur, bukan ciri pengkhianat,” tegasnya.
Bahlil menyinggung adanya pihak-pihak yang berupaya membangun politik adu domba atau divide et impera. Ia mengaku memahami pola tersebut dan mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menghasut anak bangsa.
Bahlil mengisahkan latar belakang keluarganya yang berasal dari negeri para raja-raja di kawasan timur Indonesia. Menurutnya, nilai kesetiaan telah menjadi prinsip yang diwariskan leluhurnya.
“Dan saya dilahirkan dari negeri para raja-raja, tidak pernah diajarkan untuk menjadi orang yang tidak setia dan atau pengkhianat, enggak ada itu. Enggak ada itu,” ujarnya disadur dari RMOL.
Bahlil mengibaratkan perjuangan seperti perjalanan seorang pelaut yang harus siap menghadapi badai dan ombak. Ia menegaskan tidak akan mundur dari pertarungan.
“Dan kita mempunyai falsafah pelaut ini, sekali layar berkembang, pantang surut untuk kembali,” katanya.
“Saya punya prinsip mati di medan perang jauh lebih berharga dan bermartabat daripada menjadi pengkhianat atau kembali dalam pertarungan. Enggak ada itu,” pungkasnya
















