ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dengan angka oktan RON 92, RON 95, hingga RON 98 serta solar dalam kondisi aman, baik di SPBU milik pemerintah maupun swasta.
Penegasan tersebut disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2), menanggapi laporan adanya kekosongan stok BBM di sejumlah SPBU Shell.
“Saya pikir semuanya ada ya, RON 92, RON 95, RON 98, semuanya ada kok. Solar juga ada. Jadi tinggal dilakukan business to business (B2B) saja,” ujar Bahlil.
Menurutnya, distribusi dan pemenuhan stok BBM pada prinsipnya dapat dilakukan melalui mekanisme bisnis antarperusahaan. Pemerintah, kata dia, memastikan pasokan dalam negeri tersedia dan dapat diakses sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait izin impor BBM oleh Shell, Bahlil menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut. “Nanti coba saya cek ya,” katanya.
Sementara itu, Kementerian ESDM sebelumnya mengungkapkan bahwa izin impor BBM untuk memenuhi kebutuhan SPBU Shell masih dalam proses evaluasi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa salah satu aspek yang menjadi pertimbangan adalah sikap Shell yang dinilai terlambat menyetujui pembelian BBM dari PT Pertamina saat terjadi kelangkaan pasokan di SPBU swasta pada kuartal IV 2025.
“Kan Shell itu terakhir menyetujui proses pembelian BBM. Jadi, ya, kami evaluasi,” kata Laode.
Belum terbitnya izin impor tersebut membuat Shell belum dapat melakukan pengadaan BBM dari luar negeri maupun mendistribusikannya ke jaringan SPBU miliknya.
Pemerintah menegaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan tata kelola impor dan distribusi BBM tetap berjalan sesuai regulasi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional. []
























