ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memastikan kapal tanker Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan tersebut akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Keberhasilan pelayaran kapal pengangkut energi nasional itu dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Pemerintah menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Juru Bicara Utama Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Pertamina Pride telah melewati Selat Hormuz pada 8 Juli 2026 dan kini tengah melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.
“Kemlu RI menyambut baik keberhasilan kapal tanker Pertamina Pride milik PT Pertamina International Shipping melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli 2026. Dan kapal Pertamina Pride dijadwalkan untuk tiba pada 23 Juli di Indonesia,” tegas Yvonne dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut Yvonne, kelancaran pelayaran kapal tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan Kemlu bersama PT Pertamina International Shipping, KBRI Teheran, serta otoritas Iran untuk memastikan keamanan kapal beserta seluruh awaknya selama berada di jalur pelayaran internasional tersebut.
“Kelancaran melintasi kedua kapal ini merupakan hasil koordinasi erat antara Kemlu RI, PT Pertamina International Shipping, KBRI Teheran, dan juga dukungan dan komunikasi yang baik dengan otoritas terkait di Iran dalam memastikan keselamatan kapal dan awaknya,” lanjut Yvonne.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi pintu keluar masuk distribusi minyak mentah dari kawasan Teluk. Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan itu menjadi sorotan menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang memengaruhi keamanan pelayaran internasional.
Pertamina Pride bukan menjadi kapal energi nasional pertama yang berhasil melintasi jalur tersebut dalam kondisi aman. Sebelumnya, kapal tanker Pertamina Gamsunoro juga dilaporkan sukses melewati Selat Hormuz pada Juni lalu.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau pergerakan kapal-kapal pengangkut energi nasional guna memastikan distribusi logistik dan pasokan energi ke Indonesia tetap berjalan lancar.
“Kami akan terus memantau pergerakan kapal energi nasional demi memastikan keamanan logistik dalam negeri,” tandas Yvonne. []
























