• Latest
  • Trending
Biografi Fachry Ali Peraih Achmad Bakrie Bidang Pemikiran Sosial

Biografi Fachry Ali Peraih Achmad Bakrie Bidang Pemikiran Sosial

Jasa Marga Tutup Sementara Gerbang Tol dalam Kota

Jasa Marga Tutup Sementara Gerbang Tol dalam Kota

Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi yang Berkaitan dengan Kampanye LGBT+

Komdigi: Live Streaming Demo DPR Cari Viral dan Monetisasi

PT Industri Nuklir Indonesia Buka Lowongan Kerja

Thailand Akan Bangun Energi Listrik Tenaga Nuklir

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Danantara Dukung KPR Rp 50 T pada 2026

Prabowo Tugaskan Tito Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Prabowo Tugaskan Tito Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: 111 Meninggal, Pengungsi Turun Jadi 176.621 Orang

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Geledah Kantor Bappenda & BKPSDM Kabupaten Bogor

Gibran hingga Cak Imin Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang

Gibran hingga Cak Imin Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

DPR Sahkan Sarjito Jadi Kepala Pengawas Bursa Mineral OJK

Komisi I DPR Setujui Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang

Komisi I DPR Setujui Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang

Banjir Bandang Nepal-Tibet: 1.300 Orang Hilang, 165 Meninggal

Banjir Bandang Nepal-Tibet: 1.300 Orang Hilang, 165 Meninggal

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 28, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Biografi Fachry Ali Peraih Achmad Bakrie Bidang Pemikiran Sosial

by Aspek
September 1, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, FIGUR
Biografi Fachry Ali Peraih Achmad Bakrie Bidang Pemikiran Sosial

Penghargaan Achmad Bakrie pada 2023 diberikankepada empat orang dalam bidangnya masing- masing. Keempat penerima Penghargaan Achmad Bakrie XIX adalah: Fachry Ali untuk bidang Pemikiran Sosial, Joko Pinurbo untuk bidang Sastra, Andrijono untuk bidang Kedokteran, dan Carina Joe untuk bidang Sains.

Berikut ini profil mini Fachry Ali yang lahir di Aceh Selatan pada 23 November 1954. Ia memulai pendidikan pada 1960-1965, ia belajar di Sekolah Rakyat Islam (SRI) Banda Aceh sampai dengan kelas IV, kemudian hijrah ke Jakarta kemudian melanjutkan kembali di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 1966-1968.

BacaJuga

Komdigi: Live Streaming Demo DPR Cari Viral dan Monetisasi

Thailand Akan Bangun Energi Listrik Tenaga Nuklir

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Danantara Dukung KPR Rp 50 T pada 2026

Prabowo Tugaskan Tito Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Update Gempa NTT: 111 Meninggal, Pengungsi Turun Jadi 176.621 Orang

Setelah tamat dari Madrasah Ibtidaiyah, ia bersekolah di Madrasah Tsanawiyah, Rawa Bambu, Pasar Minggu (tamat 1971) dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ke Sekolah Persiapan IAIN (SPIAIN) yang ditamatkan pada 1973. Kemudian pada 1974-1977, ia melanjutkan studi ke Fakultas Tarbiyah, Jurusan Bahasa Inggris, IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta (kini UIN Jakarta) dengan memperoleh gelar sarjana muda pada 1977.

Setelah itu, ia tidak melanjutkan pendidikan lebih dan memilih berkerja di LP3ES sebagai Tenaga Pembina Lapangan (TPL) tentang industri ukir-ukiran di Jepara, Jawa Tengah tahun 1977-1978. Selepas itu ia bekerja sebagai staf Dokumengtasi dan Informasi Industri Kecil, dan sesudahnya bekerja pada program penelitian LP3ES. Sekembalinya dari Jepara, Jawa Tengah, pada 1981-1985 ia melanjutkan studinya di universitas yang sama, kali ini mengambil jurusan yang berbeda yaitu Sejarah dan Kebudayaan Islam di Fakultas Adab, yang diselesaikannya pada pada 1985.

Karir intelektual Fachry dimulai sejak sebelum ia menjadi mahasiswa. Bisa dikatakan, ia adalah penulis termuda pada zamannya yang tulisannya sudah tersebar di berbagai surat kabar yang terbit di Jakarta.

Fachry Ali bisa menjadi penulis produktif karena ia adalah seorang pembelajar yang tekun. Pada saat yang sama, ia terjun ke masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan. Tulisan-tulisannya lahir karena ia berinteraksi intensif dengan masyarakat. Realita yang ia dapatkan dari masyarakat itulah yang ia tulis setelah mengendap dalam pikiran dan mendapat internalisasi yang cukup.

Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai surat kabar nasional, seperti di Kompas, Tempo, Pelita, Panji Masyarakat, Prisma, dan lain-lain, Keterlibatan Fachry dalam medan politik dan aktivisme dimulai sejak ia menginjakkan kaki di bangku kuliah di UIN Ciputat pada pertengahan 1970-an. Sejak awal ia bergiat di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ciputat.

Di organisasi inilah Fachry mulai bergelut dengan berbagai persoalan kebangsaan dan terlibat langsung dalam gerakan mahasiswa pada zamannya.

Selain itu, dia juga mengajak dan mempengaruhi mahasiswa dan koleganya seperti, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra, dan Bahtiar Effendy untuk terlibat dalam penelitian empiris dan mendiskusikan banyak hal: riset perdamaian, filsafat, sosial-politik, tafsir, dan pesantren. Fachry mampu membicarakan persoalan Islam, baik dalam dimensi normatif maupun historis, yang melibatkan isu- isu sosial-budaya, ekonomi, dan politik yang lebih bersifat praktis.

Fachry Ali menulis buku berjudul Refleksi Paham Kekuasaan Jawa dalam Indonesia Modern. Ini merupakan karya Fachry Ali yang kokoh secara akademis, selain Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstrusi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. D engan berlandaskan pada kerangka teoritik dari ilmuwan sosial dan Indonesianis seperti Ben Anderson, Clifford Geertz, Niel Mulder dan Herbeth Feith, karya Fachry Ali ini mencoba memahami pandangan para elit dan pemegang kekuasaaan Orde Baru terhadap realitas politik Indonesia.

Menurut Fachry, sistem politik dan kekuasaan yang dominan adalah sistem kekuasaan Jawa. Setidak- tidaknya pelaksanaan pembangunan mengandung integrasi dan disintegrasi nilai, sistem politik dan kekuasaan Jawa. Demikian dikutip dari Viva.

Komentar
Share140Tweet88SendShareShare25Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Fachry Ali Terima Ahmad Bakrie Award XIX  Malam ini

Fachry Ali Ungkap  Keunggulan Erick Thohir Sebagai Cawapres

Pengamat politik Fachry Ali menyatakan Erick Thohir memiliki sejumlah keunggulan yang membuat Menteri BUMN tersebut layak memimpin bangsa. Dari mulai...

Erick Thohir: Rumput Stadion GBK  Memprihatinkan

Fachry Ali: Erick Thohir Layak Jadi Pemimpin Bangsa ,  Kemampuan Manajerial Mumpuni

Pengamat Politik Fachry Ali menilai Menteri BUMN Erick Thohir menjadi salah satu sosok yang mumpuni menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Pasalnya,...

Fachry Ali Terima Ahmad Bakrie Award XIX  Malam ini

Fachry Ali Terima Ahmad Bakrie Award XIX Malam ini

Intelektual  Fachry Ali meraih penghargaan Achmad Bakrie XIX untuk bidang Pemikiran Sosial. Penghargaan ini akan diberikan pada Malam Penghargaan Achmad...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In