ASPEK.ID, JAKARTA – Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Perkebunan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sudah enam tahun dibentuk.
Namun, selama periode tersebut dinilai tak ada perbaikan kinerja sehingga akan ada perombakan fokus bisnis holding perkebunan.
Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Gani, selaku induk holding BUMN pekebunan mengatakan, selama enam tahun terakhir anak usaha PTPN tak mampu menaikkan operasi secara maksimal untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Misalnya, PTPN II hanya mampu menghasilkan 14 ton gula dan PTPN IV hanya bisa menghasilkan 20 ton kelapa sawit.
“Itu karena ketidakmampuan PTPN holding untuk membantu anak usaha. Dan dari garis komando sekarang dengan posisi holding kami sudah menyusun charter interaction antara holding dan anak perusahaan. Sekarang posisi holding kuat untuk men-deliver apa yang menjadi program strategi atau kebijakan,” kata Abdul Gani dilansir laman CNBC dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/7/2020).
Upaya yang dilakukan perusahaan untuk melakukan perbaikan kinerja ini adalah untuk mengurangi komoditas fokus dari sebelumnya enam komoditas menjadi hanya dua komoditas utama saja.
Komoditas yang digarap PTPN selama ini sawit, tebu, karet, teh kopi dan kakao, dan akan difokuskan menjadi tebu dan kelapa sawit.
Untuk itu perusahaan akan melakukan konversi lahan seluas 70 ribu-80 ribu hektare lahan milik perusahaan dan anak usahanya untuk ditanami dua komoditas ini.
Konversi lahan ini juga akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Perum Perhutani untuk menggunakan lahannya seluas 60 ribu-70 hektar.
Ditambah dengan lahan rakyat seluas 116 ribu hektare, diperkirakan untuk pengembangan komoditas tebu ini akan tersedia sebanyak 300 ribu hektare captive lahan.
Sehingga targetnya ke depan perusahaan dapat memasok gula untuk kebutuhan konsumsi di dalam negeri sebanyak 2 juta ton gula kristal putih (GKP).
“Kapasitas pabrik kami sebanyak 43 pabrik gula bisa memproduksi 2 juta ton GKP. Saya pastikan kalau itu tercapai maka kebutuhan gula konsumsi Indonesia bisa cukup,” jelasnya seraya menyebutkan, target kenaikan kinerja PTPN bisa mulai terasa pada 2022 mendatang setelah dilakukannya konsolidasi organisasi.
























