ASPEK.ID, JAKARTA – Komitmen investasi global terhadap Indonesia kembali menguat. Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan pemilik mayoritas klub sepak bola Chelsea FC dan klub basket NBA Los Angeles Lakers berjanji akan membawa kedua klub tersebut ke Indonesia.
Rencana tersebut mencakup penjajakan kerja sama hingga peluang penyelenggaraan pertandingan di Tanah Air.
Komitmen itu, menurut Rosan, muncul dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 12 pimpinan perusahaan investasi global di Washington DC, Amerika Serikat, belum lama ini.
“Kebetulan salah satunya adalah ada owner majority dari Chelsea, Lakers juga dan dia berjanji mau bawa klub Chelsea dan Lakers ke Indonesia untuk kerja sama dan melakukan pertandingan,” ungkap Rosan, dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (22/2).
Rosan menjelaskan, forum yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berjalan produktif. Selain menyampaikan komitmen, para investor juga memberikan sejumlah catatan strategis bagi Indonesia.
Masukan tersebut terutama menyangkut konsistensi kebijakan, penguatan pasar modal, serta pentingnya mitigasi risiko yang terukur guna menjaga kepercayaan investor.
Rosan yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi menilai pertemuan itu memperkuat posisi Indonesia di mata global.
“Jadi ini adalah pertemuan yang sangat fruitful dan ini juga memberikan mengenai presence Indonesia itu di mata dunia ini makin baik,” ujarnya.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir menambahkan, sejumlah perusahaan investasi besar dunia menyatakan minat untuk menjajaki investasi melalui skema kemitraan.
Dalam skema tersebut, Danantara diproyeksikan menjadi salah satu mitra strategis utama.
“Salah satu rangkumannya keinginan mereka untuk sekarang mulai berinvestasi dengan cara partnership dan menggunakan Danantara sebagai salah satu calon mitra mereka untuk berinvestasi,” ungkap Pandu.
Ia menyebut peluang kerja sama terbuka di berbagai sektor, mulai dari teknologi, energi terbarukan, infrastruktur, real estate, hingga ekonomi digital. Beberapa investor bahkan menyatakan minat membuka kantor di Indonesia sebagai bentuk komitmen jangka panjang.
Pertemuan di Washington DC tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi investasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor—termasuk olahraga global—yang berpotensi memperkuat daya tarik pasar domestik. []























