ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menilai valuasi saham Indonesia saat ini berada pada level yang menarik dan menawarkan potensi imbal hasil jangka panjang yang solid. Bahkan, pada sejumlah emiten, investor berpeluang balik modal hanya dari dividen atau arus kas bebas dalam waktu 7–8 tahun.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, strategi investasi Danantara di pasar saham berfokus pada emiten dengan fundamental yang kuat, likuiditas tinggi, serta kesinambungan bisnis yang terjaga.
Menurut Pandu, jika melihat komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), setelah mengeluarkan saham-saham yang tergolong konglomerat atau memiliki valuasi tinggi, saham Indonesia secara umum diperdagangkan pada kisaran 11 kali price to earnings ratio (PER), level yang dinilainya relatif murah.
Selain PER, Pandu menekankan pentingnya melihat valuasi dari sisi price to free cash flow, metrik yang menurutnya masih jarang diperhatikan investor. Ia mengungkapkan, banyak saham di Indonesia diperdagangkan di bawah 10 kali price to free cash flow, yang setara dengan imbal hasil 11–12%.
“Jadi walaupun tidak lihat harga saham sekalipun, yang dioffer di market ini menjadi yang sangat menarik, karena bisa balik modal 7-8 tahun hanya dari dividen atau free cashflow,” ungkap Pandu, Jumat (6/2).
Pandu juga menyoroti karakter pasar modal Indonesia saat ini yang didominasi oleh investor ritel dan pergerakan berbasis sentimen. Menurutnya, kondisi tersebut justru menciptakan peluang bagi investor jangka panjang untuk masuk di tengah meningkatnya kehati-hatian pasar.
“Ini juga kebanyakan investor retail dominasi, ini juga penting, seperti kata warren buffet: Be greedy when the others are fearful. ini yang sedang terjadi. mungkin lihat di media sosial it’s time to you put into practice,” kata dia.
Sebelumnya, Pandu mengungkapkan bahwa Danantara telah mulai berinvestasi di pasar saham Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Economic Outlook 2026 yang digelar Prasasti Centre di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Kita sudah berinvestasi. Tapi ya kami diam-diam aja lah. Karena kan kalau info semua juga you know the market,” ucap Pandu, dikutip CNBC Indonesia, Senin (2/2/2026).
Lebih lanjut, Pandu menjelaskan bahwa saham yang dibidik Danantara harus memenuhi tiga kriteria utama, yakni fundamental yang kuat, likuiditas yang memadai, serta valuasi yang menarik.
“Jadi tentu kalau untuk saham di Indonesia kita akan mencari saham yang memiliki fundamental yang baik,” katanya.
“Memiliki likuiditas yang baik. Kita juga harus memilih value yang baik. Jadi fundamental, liquidity and value. Secara fundamental kita harus melihat 3 itu,” tutup Pandu. []
























