ASPEK.ID, JAKARTA- Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi data desil yang menjadi salah satu dasar dalam menentukan kondisi kesejahteraan masyarakat.
Evaluasi dilakukan setelah muncul polemik terkait data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.
“Ini sedang dievaluasi ya. tadi kan sudah disampaikan Bu Rieke Diah Pitaloka itu tentang itu ya,” kata Bambang usai rapat dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Bambang mengaku belum dapat memastikan apakah polemik tersebut disebabkan kesalahan dalam proses pendataan. Pemerintah masih perlu melihat dasar pengelompokan data tersebut sebelum mengambil kesimpulan.
“Ya nanti di BPS akan kita lihat lagi. Kira-kira seperti itu. Kita belum tahu juga sampai sekarang apa dasarnya dan sebagainya. Yang jelas itu sedang dievaluasi di BPS ya. mudah-mudahan ada perbaikan,” katanya.
Selain evaluasi data, Bambang menyebut pemerintah membuka peluang membentuk tim khusus lintas kementerian dan lembaga untuk mengkaji persoalan data desil tersebut.
“Oh pastinya akan dibentuk (tim khusus) antar lembaga ya, antar lembaga dari BPS, Bappenas dan sebagainya ya. Tunggu aja nanti deh ya,” ujarnya.















