Jakarta – PT Brantas Abipraya (Persero) telah menyelesaikan pembangunan 238 unit Hunian Sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh. Pembangunan tersebut terdiri atas 92 unit di Kabupaten Aceh Tamiang dan 146 unit di Kabupaten Pidie sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang menjadi salah satu lokasi yang ditinjau Komisi VI DPR RI dalam kunjungan kerja reses ke Provinsi Aceh, Selasa (22/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas, kualitas bangunan, serta pelaksanaan proyek yang melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) karya.
Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya Muhammad Toha Fauzi mengatakan, pembangunan huntara merupakan dukungan perusahaan terhadap percepatan penanganan masyarakat terdampak bencana.
“Brantas Abipraya mendukung setiap program strategis pemerintah, baik dalam percepatan pembangunan infrastruktur maupun penanganan kebencanaan. Melalui penyediaan Huntara bagi masyarakat terdampak banjir serta partisipasi dalam pembangunan infrastruktur konektivitas, ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” kata Toha, Kamis (23/7/2026).
Menurut Toha, pembangunan huntara di Aceh merupakan hasil kolaborasi Danantara Indonesia, BP BUMN, pemerintah daerah, dan BUMN karya untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Ia mengatakan proyek tersebut dikerjakan dengan mengutamakan ketepatan mutu dan penyelesaian sesuai jadwal.
Selain membangun 92 unit huntara di Aceh Tamiang, Brantas Abipraya juga telah merampungkan 146 unit huntara di Kabupaten Pidie.
Toha mengatakan, perusahaan terus mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, termasuk infrastruktur penanganan kebencanaan. Dia mengatakan, pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami percaya bahwa setiap karya yang dihasilkan harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memajukan infrastruktur Indonesia demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.























