ASPEK.ID, JAKARTA – Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menyebut sejumlah negara berlomba-lomba menjadi pemain utama pengembangan ekonomi syariah seperti seperti China dan Thailand. Rosmaya menjelaskan saat ini, China telah menjadi negara pengekspor busana muslim terbesar di dunia. Hal ini sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Negara-negara di dunia terus berlomba untuk menjadi pemain utama di ekonomi syariah dalam rantai industri halal global. Ini jadi semangat terus untuk mengejar ketertinggalan,” ungkap Rosmaya dalam Festival Ekonomi Syariah Sumatra, Selasa (8/10/2021).
Rosmaya menuturkan Thailand juga memiliki visi sebagai pemasok utama makanan halal di dunia. Selain itu, Australia dan Brasil telah menjadi pemasok daging halal terbesar di dunia. Rosmaya menyebut Korea Selatan telah mendeklarasikan diri sebagai pusat wilayah wisata halal dunia. Kemudian, Inggris sudah dikenal sebagai pusat keuangan syariah di dunia.
“Oleh karena itu, Indonesia harus menjawab tantangan global tersebut dengan memperkuat ekosistem halal value chain dan menciptakan high quality untuk produk lokal,” jelas Rosmaya.
Dia menyebutkan keseluruhan ekonomi syariah terkena dampak pandemi covid-19 pada tahun lalu. Tercatat, ekonomi syariah global terkontraksi hingga 8,1 persen dan Indonesia terkontraksi 1,72 persen pada 2020.
Rosmaya mengklaim posisi Indonesia dalam ekonomi dan keuangan syariah dunia membaik dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, State of the Global Islamic Economy 2020 mencatat Indonesia menduduki peringkat keempat dalam Global Islamic Economy Indicator Score.
“Pada 2020 Indonesia telah masuk top 10 di seluruh peringkat sektor industri halal global. Dengan keseluruhan pangsa-pangsa Indonesia adalah sebesar 11 persen terhadap industri halal global,” kata Rosmaya.
Lalu, posisi Indonesia dalam Islamic Finance Development Indicator (IFDI) naik ke peringkat 2 pada 2020 lalu. Indonesia tepat berada di bawah Malaysia tahun lalu.
























