ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintahan Provinsi Hubei di China mengatakan bahwa pembatasan atau lockdown akan dihapus mulai 8 April mendatang. Wuhan sendiri memberlakukan lockdown atau isolasi sejak 23 Januari lalu.
Demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat pada Selasa, 24 Maret 2020. Kasus baru terkonfirmasi di China telah berkurang dalam beberapa hari terakhir. Kini jika ada kasus baru, biasanya muncul dari para pelancong yang kembali ke Wuhan dari luar negeri atau imported case.
Walaupun lockdown dan pembatasan perjalanan untuk provinsi Hubei akan dicabut, namun sekolah-sekolah akan tetap ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut, menurut pengumuman online yang dikutip dari laman CNBC.
Perdana Menteri Li Keqiang, orang kedua di negara itu, memimpin pertemuan yang menekankan bahwa provinsi di China harus segera memulihkan tatanan ekonomi dan sosial yang normal jika penyebaran virus tetap rendah selama beberapa hari berturut-turut.
Menurut Morgan Stanley, wilayah negara itu yang masuk kategori level tiga atau kurang parah pada Selasa (24/3/2020) dan sudah mencapai 32% dari PDB nasional.
Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 dari penyakit Covid-19 ini pertama kali muncul pada akhir Desember 2019 dan sejak itu menewaskan lebih dari 2.500 orang di Wuhan, yang menyumbang hampir 80% atau lebih dari 3.000 lebih kasus kematian di China.
Virus kini telah menyebar ke seluruh dunia, dan sudah menewaskan lebih dari 18.000 orang secara global. Italia, Amerika Serikat, hingga Iran sedang berjuang menahan virus ini dengan melakukan lockdown, social distancing (jaga jarak), serta menutup sekolah dan tempat umum.
Menurut data Worldometers, China kini memiliki 81.171 kasus terkonfirmasi, dengan 3.277 kasus kematian dan 73.159 pasien dinyatakan telah berhasil disembuhkan.
Hingga Rabu (25/3) pagi, sebanyak 168 negara dikonfirmasi telah terjangkit Covid-19. Dilansir dari peta penyebaran Covid-19, Coronavirus COVID-19 Global Cases by John Hopkins CSSE, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 107.247 orang.
Sementara itu, jumlah kasus yang telah terinfeksi virus corona di seluruh dunia saat ini telah mencapai 417.582 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 18.612 orang.




















