ASPEK.ID, MADRID – Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa turut membawa dampak serius di Spanyol. Sedikitnya 212 orang dilaporkan meninggal dunia akibat berbagai insiden yang berkaitan dengan suhu panas dalam kurun empat hari terakhir.
Dilansir AFP, Kamis (25/6), data tersebut berasal dari sistem pemantauan kematian MoMo yang mencatat angka kematian terkait cuaca panas sejak Minggu (21/6) hingga Rabu (24/6) waktu setempat.
MoMo menghitung jumlah kematian harian dan membandingkannya dengan angka kematian yang diperkirakan berdasarkan catatan historis untuk mengukur dampak cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) memperingatkan bahwa gelombang panas yang sedang berlangsung dapat menimbulkan risiko serius hingga luar biasa bagi masyarakat. Sejumlah wilayah di bagian utara negara itu bahkan telah ditetapkan dalam status peringatan merah.
Suhu di beberapa daerah diperkirakan mencapai 42 derajat Celsius. Kondisi ini menjadi perhatian karena penggunaan pendingin udara di wilayah utara Spanyol masih tergolong rendah.
Data portal properti Idealista menunjukkan hanya sekitar 1-9 persen rumah di kawasan tersebut yang dilengkapi pendingin udara. Angka itu jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 41 persen.
Meski suhu di wilayah pesisir selatan dan kawasan Mediterania mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, sebagian besar wilayah Spanyol masih menghadapi cuaca sangat panas.
Gelombang panas yang dimulai pada akhir pekan lalu juga memecahkan sejumlah rekor suhu. Wilayah Cantabria di utara Spanyol mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah sebesar 43,7 derajat Celsius. Rekor suhu malam hari juga tercatat di Zamora dan Provinsi Almeria.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan ribuan kematian akibat suhu panas terjadi setiap musim panas di negara tersebut.
“Yang paling penting adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi, mencari tempat berteduh, dan berada di ruangan yang sejuk. Jika muncul gejala seperti kelelahan, sakit kepala, mual, atau kram, bisa jadi itu tanda heatstroke,” ujar Garcia.
Dia mengingatkan bahwa suhu panas ekstrem dapat mengancam nyawa dan menegaskan dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan sedikitnya 101 kematian akibat suhu panas sepanjang Mei 2026. Jumlah itu menjadi yang tertinggi untuk bulan Mei sejak pencatatan resmi dilakukan. []
























