ASPEK.ID, BANDA ACEH – Cuaca ekstrem, terutama suhu panas, tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk gejala penyakit tertentu, salah satunya Miastenia Gravis.
Penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf dan otot ini kerap tidak disadari karena gejalanya sering dianggap sebagai kelelahan biasa. Padahal, jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, Miastenia Gravis dapat berkembang menjadi kondisi serius.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK), dr. Nona Suci Rahayu, Sp.N, menjelaskan Miastenia Gravis merupakan penyakit autoimun yang mengganggu sambungan antara saraf dan otot. Gangguan tersebut menyebabkan otot menjadi mudah lemah, terutama setelah digunakan beraktivitas.
“Gejalanya bisa muncul sebagai kesulitan berbicara, menelan, kelopak mata turun, atau kelemahan otot tubuh bagian atas. Sayangnya, gejala ini sering dianggap hanya efek kurang tidur, stres, atau kelelahan karena cuaca panas,” kata Nona dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (8/8/2026).
Dokter yang saat ini berpraktik di RSIA Aceh dan RSU Cempaka Lima itu menjelaskan, peningkatan suhu tubuh akibat paparan cuaca panas dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk gejala pada penderita Miastenia Gravis.
Gejala awal seperti ptosis atau kelopak mata yang turun, bicara menjadi cadel, kesulitan menelan, hingga tubuh bagian atas terasa lemah sering kali diabaikan. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada hubungan saraf dan otot.
Karena itu, deteksi dini menjadi hal penting agar penderita mendapatkan penanganan yang sesuai.
“Dengan diagnosis yang tepat, penderita bisa mengonsumsi obat seperti Mestinon, yang dapat membantu memperbaiki transmisi saraf dan meningkatkan kekuatan otot,” ujarnya.
Nona mengingatkan Miastenia Gravis tidak boleh dianggap sebagai sekadar kelelahan. Pada kondisi yang berat, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi myasthenic crisis.
Kondisi ini merupakan keadaan darurat ketika kelemahan otot, termasuk otot yang digunakan untuk bernapas, menjadi sangat berat hingga menyebabkan kegagalan pernapasan. Pasien dalam kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap gejala yang muncul, terutama apabila rasa lelah disertai kelopak mata turun, gangguan berbicara, kesulitan menelan, atau kelemahan otot yang tidak biasa.
“Jika Anda atau keluarga mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter saraf. Jangan tunggu sampai gejalanya memburuk,” tegas dokter spesialis saraf tersebut.
FK USK terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai berbagai penyakit saraf yang gejalanya kerap menyerupai kondisi ringan. Edukasi dan pemeriksaan sejak dini dinilai penting untuk memastikan penderita memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih berat. []















