ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) diproyeksikan menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Lembaga ini disiapkan sebagai motor penggerak pertumbuhan melalui pengelolaan aset negara yang profesional dan berorientasi jangka panjang.
Sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, Danantara menegaskan perannya dalam mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara hati-hati, transparan, dan bertanggung jawab. Seluruh kebijakan dan strategi yang dijalankan diarahkan untuk memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional dan masyarakat luas.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa keberadaan Danantara tidak dapat dipisahkan dari kepentingan publik. Menurutnya, Danantara merupakan milik rakyat sehingga setiap keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Danantara menjadi motor penggerak ekonomi kita ke depan, tentu harus membangun sovereign wealth fund dengan sangat hati-hati, dengan sangat baik, dengan penuh tanggung jawab,” ujar Dony dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta, Rabu (28/1).
Dony menjelaskan, Danantara mengusung konsep state-owned enterprise based sovereign wealth fund yang bertumpu pada kinerja BUMN. Dengan demikian, kekuatan utama Danantara sangat bergantung pada kualitas tata kelola dan kinerja BUMN yang berada di bawah pengelolaannya.
Untuk mendukung hal tersebut, sejak awal Danantara merancang dua skema utama dalam pengelolaan aset negara. Pertama, pengelolaan BUMN dilakukan melalui Danantara Asset Management. Skema ini difokuskan pada optimalisasi kinerja dan nilai perusahaan milik negara.
Kedua, aktivitas investasi dijalankan melalui Danantara Investment Management yang berfungsi memperkuat portofolio investasi nasional. Kedua pendekatan ini dirancang saling melengkapi guna mendorong peningkatan nilai aset negara secara berkelanjutan.
Dengan struktur pengelolaan tersebut, Danantara diharapkan tidak hanya berperan sebagai lembaga investasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing.
“Kalau BUMN yang dikelola dengan baik maka engine daripada BPI Danantara itu berjalan dengan baik,” pungkas Dony. []
























