ASPEK.ID, JAKARTA – Beberapa data LinkedIn, termasuk profil anggota yang dapat terlihat secara publik, telah diekstraksi dan diposting untuk dijual, kata situs jejaring profesional Microsoft Corp berdasarkan penyelidikan.
Insiden itu bukan pelanggaran data dan tidak ada data akun anggota pribadi dari platform yang dimasukkan, kata LinkedIn dalam posting blognya.
Mereka menambahkan bahwa informasi yang dijual adalah kumpulan data dari sejumlah situs web dan perusahaan.
LinkedIn menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang insiden tersebut, termasuk jumlah pengguna yang terpengaruh.
Dilansir dari Reuters, CyberNews telah melaporkan pada 6 April bahwa arsip data yang diambil dari 500 juta profil LinkedIn dijual di forum peretas populer.
Awal pekan ini, Facebook Inc mengatakan pelaku jahat telah memperoleh data sebelum September 2019 dengan mengorek profil menggunakan kerentanan di alat platform untuk menyinkronkan kontak.
























