ASPEK.ID, JAKARTA – Agus Tjahajana Wirakusumah secara resmi diangkat oleh Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Komisaris Utama (Komut) Indonesia Battery Corporation (IBC).
Agus sebelumnya merupakan Komut PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero), holding BUMN tambang. Dia digantikan oleh mantan Kepala BNPB, Doni Monardo.
Jabatan Komut holding BUMN tambang sebelumnya dijabat oleh Agus sejak Desember 2019 lalu.
“Pak Agus, Komut Inalum sudah menjadi Komisaris Utama di IBC. Pak Agus diminta fokus untuk memberdayaakan dan mempercepat EV Battery di Indonesia,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam keterangannya, Minggu (13/6).
IBC sendiri didirikan sebagai holding untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle Battery) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pembentukan IBC ditandai dengan penandatanganan perjanjian pemegang saham (shareholders’ agreement) yang dilangsungkan pada 16 Maret 2021 lalu oleh empat perusahaan BUMN sektor pertambangan dan energi yakni Holding Industri Pertambangan – MIND ID, PT ANTAM Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), dengan komposisi saham sebesar masing-masing 25%.
Profil Agus Tjahajana Wirakusumah
Pria kelahiran 18 Januari 1955 yang juga alumni ITB dan UI ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero).
Agus bukan sosok asing di dunia BUMN karena sebelumnya pernah menjabat Komisaris di sejumlah BUMN seperti PT Semen Batu Raja, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Krakatau Steel, PT Semen Gresik (Persero) Tbk, PT Boma Bisma Indra, PT Pupuk Kujang, dan PT Rekayasa Industri.
Mengutip situs Astra Otoparts, Agus saat ini juga tercatat sebagai komisaris independen di perusahaan grup Astra itu, sejak Mei 2017.
Agus juga pernah menjabat Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (2010-2015), Direktur Jenderal Industri dan Dagang Kecil Menengah Departemen Perindustrian dan Perdagangan (2002-2004) dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka Departemen Perindustrian dan Perdagangan (1998-2002).






















