ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa holding BUMN Pariwisata terbentuk pada akhir 2020.
Mantan Dirut PT INTI (Persero) itu menilai bahwa pembentukan holding ini berdampak positif bagi pariwisata Indonesia.
“Dengan holding ini diharapkan sinergi antara BUMN bisa meningkatkan pariwisata Indonesia. Kami di Garuda percaya itu akan terjadi,” jelas Irfan disadur dari laman Bisnis, Rabu (4/11/2020).
BUMN sektor pariwisata dan aviasi rencananya akan digabungkan ke dalam satu holding.
Kelompok usaha terdiri dari Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero).
Dalam rapat terbatas penggabungan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor aviasi dan pariwisata 6 Agustus 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti penurunan kunjungan wisatawan mancanegara.
Momentum itu dijadikan Jokowi untuk memperbaiki sektor pariwisata dan penerbangan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan membuka peluang penggabungan perseroan pelat merah di kedua sektor.
























