• Latest
  • Trending

Dirut PT INKA: Tanpa Habibie, Kami Tidak Ada

5 Juta Lebih Makan Bergizi Gratis Didistribusi ke Korban Bencana di Aceh

5 Juta Lebih Makan Bergizi Gratis Didistribusi ke Korban Bencana di Aceh

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

Investasi Masif Danantara Bakal Kurangi Porsi Modal Asing ke RI Tahun Ini

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

Gibran Hadiri Pernikahan Sepupu di Solo, Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah

Gibran Hadiri Pernikahan Sepupu di Solo, Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Telusuri Pemberi Suap Logam Mulia Rp 3,42 Miliar ke Pejabat Pajak

Cara Lengkap Aktivasi Akun Coretax buat Lapor SPT

Cara Lengkap Aktivasi Akun Coretax buat Lapor SPT

Wakil Ketua dan Anggota DPRD OKU Didakwa Terima Suap Rp 3,7 Miliar

Wakil Ketua dan Anggota DPRD OKU Didakwa Terima Suap Rp 3,7 Miliar

Dituntut Mati, Nasib Mantan Presiden Korsel di Tangan Hakim Ini

Dituntut Mati, Nasib Mantan Presiden Korsel di Tangan Hakim Ini

Polisi Ungkap Jual Beli Bayi Baru Lahir, Harga Tertinggi Rp25 Juta

Polisi Ungkap Jual Beli Bayi Baru Lahir, Harga Tertinggi Rp25 Juta

Enam Calon Petugas Haji Dipulangkan karena tidak Jujur

Enam Calon Petugas Haji Dipulangkan karena tidak Jujur

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Januari 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Dirut PT INKA: Tanpa Habibie, Kami Tidak Ada

by Zamzami Ali
September 13, 2019
in BERITA UTAMA, BUMN, TERPOPULER

(Alm) BJ Habibie.

ASPEK.ID, JAKARTA – Kepergian Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie menyisakan luka dan kesedihan yang mendalam bagi segenap lapisan bangsa Indonesia. Habibie meninggal dunia diusia 83 tahun. setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Jakarta sejak 1 September 2019.

Direktur Utama PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero) Budi Noviantoro termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang sangat terpukul atas kepergian Habibie. Terlebih, perusahaan kereta api satu-satunya di Asia Tenggara tersebut diinisiasi pendiriannya oleh Habibie.

“BJ Habibie adalah pendiri PT INKA saat menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala BPPT. Tanpa beliau, tidak ada INKA,” ujar Budi Noviantoro di Madiun, Jatim dilansir dari Antara, Kamis (12/9/2019).

BacaJuga

KPK Telusuri Pemberi Suap Logam Mulia Rp 3,42 Miliar ke Pejabat Pajak

Polisi Ungkap Jual Beli Bayi Baru Lahir, Harga Tertinggi Rp25 Juta

Enam Calon Petugas Haji Dipulangkan karena tidak Jujur

KPK Duga Petinggi PBNU Aizzudin Jadi Perantara Kasus Kuota Haji

24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir, Pemerintah Percepat Pemulihan Akses

Menhut Klaim Cabut Izin 1 Juta Hektare Hutan yang Diduga Picu Banjir

Advertisement. Scroll to continue reading.

Budi menyebutkan, hal yang melatarbelakangi pendirian PT INKA adalah karena kinerja perkeretaapian di Indonesia yang terus menurun, yang puncaknya terjadi pada 1970-an dimana jumlah sarana perkeretaapian di Indonesia seperti lokomotif, kereta penumpang dan gerbong barang yang dimiliki Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) terus berkurang.

Baca: Habibie Tutup Usia, The Atjeh Connection Ikut Berduka

Rinciannya, pada masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda tahun 1939, jumlah lokomotif uap sebanyak 1.260 unit, kereta penumpang 3.350 unit, dan gerbong barang 27.200 unit.

Pada tahun 1953, jumlahnya menurun, dengan jumlah lokomotif uap sebanyak 1.045 unit, kereta penumpang 2.810 unit, dan gerbong barang 23.280 unit.

Kemudian di tahun 1970-an, jumlah sarana perkeretaapian Indonesia makin menurun drastis, yakni lokomotif uap hanya ada 549 unit, kereta penumpang 1.420 unit, dan gerbong barang 13.970 unit.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Indonesia lalu melakukan impor. Namun, ketergantungan kepada impor berakibat berkurangnya devisa negara. Tercatat menjelang tahun 1980, sarana yang diimpor meliputi 63 unit lokomotif diesel, tiga unit lokomotif diesel elektrik serta lima set KRD dan KRL.

Pada era 1980-an, Indonesia mengambil model kebijakan susbtitusi impor dan alih teknologi yang digagas oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (UP3DN).

Baca: 7 Warisan Habibie untuk RI

Kebijakan tersebut berisi bahwa setiap pengadaan sarana kereta api, meliputi lokomotif, kereta penumpang, dan gerbong barang oleh PJKA harus dikaitkan dengan impor dalam bentuk terurai untuk dirakit di dalam negeri.

Kondisi tersebut kemudian oleh BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menristek dan Kepala BPPT dipertajam menjadi strategi transformasi industri dan alih teknologi.

“Pembentukan industri strategis tersebut bertujuan agar SDM Indonesia bisa mandiri dan tidak tergantung pada negara lain dalam pembuatan kereta api dan teknologi lainya. Di dalamnya tidak hanya INKA, namun juga termasuk PAL, DI, dan lainnya,” imbuhnya.

Maka, atas inisiasi BJ Habibie itulah, pemerintah kemudian mendirikan PT INKA sebagai wahana transformasi industri dan alih teknologi perkeretaapian di Tanah Air. Sasarannya adalah industri kereta api nasional yang mandiri dan lepas dari ketergantungan luar negeri atau impor.

“Ini artinya bahwa kita harus melestarikan INKA. Bahwa PT INKA harus dikembangkan. Kami bersama segenap jajaran PT INKA (Persero) bertekad melanjutkan apa yang telah dirintis beliau untuk INKA,” katanya.

Budi Noviantoro menambahkan, pihaknya bersama jajaran direksi dan seluruh karyawan PT INKA ikut berduka cita atas wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan merasa kehilangan atas kepergian BJ Habibie yang sudah dikenal sebagai Bapak Indonesia, Bapak Teknologi dan juga Bapak INKA.

Baca: Penjualan Kereta PT INKA di 2019 Capai Rp2,42 T

Profil Singkat PT INKA

PT INKA merupakan BUMN manufaktur sarana perkereta-apian pertama dan terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Secara formal, PT INKA (Persero) berdiri pada tanggal 18 Mei 1981. Selanjutnya dilakukan penyerahan operasional pabrik kereta api oleh pihak PJKA  pada tanggal 29 Agustus 1981.

Awalnya, PT INKA (Persero) berada dalam pembinaan teknis Departemen Perhubungan, kemudian dibawah Dewan Pembina Industri Strategis (DPIS) pada 1983, tahun 1989 dibawah Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) dan pada tahun 1998, pengelolaannya di bawah Menteri Pendayagunaan BUMN.

Pada tahun yang sama (1998), PT INKA menjadi anak perusahaan dari holding PT Bahana Pakarya Industri Strategis (BPIS). Menyusul dibubarkannya PT BPIS pada 2002, PT INKA berada dalam pengelolaan Kementerian BUMN hingga sekarang.

Komentar
Share19Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bangganya Menhub INKA Ekspor 262 Gerbong ke Selandia Baru

Bangganya Menhub INKA Ekspor 262 Gerbong ke Selandia Baru

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi kantor PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, Jumat (31/12), untuk menyaksikan...

PT INKA Jalin Kerja Sama dengan Destini Berhad Malaysia

PT INKA Jalin Kerja Sama dengan Destini Berhad Malaysia

PT INKA (Persero) dan Destini Berhad melakukan penandatanganan Heads of Agreement dilakukan di Jakarta, 10 November 2021. Penandatanganan tersebut disaksikan...

PT INKA Selesaikan Produksi LRT Jabodebek

PT INKA Selesaikan Produksi LRT Jabodebek

PT INKA (Persero) menyelesaikan seluruh produksi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang ditandai dengan pelepasan trainset ke-31. Pelepasan itu dilakukan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Persiraja Larang Suporter PSMS Medan Datang ke Aceh, Ini Alasannya

Persiraja Larang Suporter PSMS Medan Datang ke Aceh, Ini Alasannya

5 Juta Lebih Makan Bergizi Gratis Didistribusi ke Korban Bencana di Aceh

5 Juta Lebih Makan Bergizi Gratis Didistribusi ke Korban Bencana di Aceh

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

Investasi Masif Danantara Bakal Kurangi Porsi Modal Asing ke RI Tahun Ini

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In