ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Penunjukan tersebut ditetapkan melalui keputusan pemegang saham yang berlaku sejak pekan lalu.
Dalam keputusan itu, BP BUMN selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna juga mengangkat Rosmanidar Zulkifli sebagai Direktur Manajemen Risiko Pos Indonesia.
“Masa jabatan anggota-anggota direksi yang diangkat … paling lama sampai dengan penutupan RUPS Tahunan ke-5 sejak ditetapkannya keputusan ini,” tulis salinan keputusan tersebut yang dikutip pada Senin (20/7/2026).
Dengan penetapan Iskandar sebagai direktur utama definitif, posisi yang sebelumnya diisi Daud Joseph sebagai pelaksana tugas (Plt) resmi berakhir. BP BUMN juga menetapkan pemberhentian Daud Joseph dengan hormat dari jabatan tersebut.
Perubahan juga terjadi pada susunan direksi lainnya. Rosmanidar Zulkifli menggantikan Fathul Anwar di bidang manajemen risiko. Seiring perubahan nomenklatur jabatan, Fathul kini tetap melanjutkan tugasnya sebagai Direktur Keuangan.
Iskandar bukan sosok baru di dunia korporasi. Berdasarkan data yang dihimpun IDNFinancials.com, ia pernah menjabat sebagai Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan yang mengelola klub sepak bola Persib Bandung. Namun, ia mengundurkan diri dari posisi tersebut pada akhir 2024.
Sebelum itu, Iskandar juga menempati sejumlah jabatan strategis di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (Jakpro), perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di antaranya sebagai Anggota Komite Investasi serta Komite Nominasi dan Remunerasi.
Penunjukan Iskandar diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan Pos Indonesia dalam menghadapi tantangan transformasi bisnis dan pengembangan layanan perusahaan ke depan. []
























