Pakar ekonomi dan bisnis dari Universitas Airlangga, Profesor Imron Mawardi, menilai kinerja produksi minyak Pertamina sepanjang 2025 berjalan positif. Kontribusi BUMN energi tersebut dinilai krusial dalam menopang capaian lifting minyak nasional yang berhasil menembus target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph).
“Ya, tentu baik. Kontribusi Pertamina sangat membantu mencapai target di dalam APBN itu,” ujar Imron dilansir Beritasatu.com, Sabtu (17/1).
Mengacu pada data SKK Migas, Imron menegaskan peran Pertamina memang dominan. Selain menguasai porsi produksi terbesar, enam kontributor utama lifting minyak nasional merupakan anak usaha Pertamina.
Salah satunya PT Pertamina EP Cepu yang bersama ExxonMobil Cepu Limited mengelola Blok Cepu, penghasil minyak terbesar di Indonesia. Kontributor lain meliputi PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, serta PT Pertamina Hulu Energi OSES.
“Jadi besarnya penguasaan produksi minyak dalam negeri saat ini memang sudah oke. Saya berharap ke depan Pertamina perlu meningkatkan kontribusinya lagi di sisi hulu. Kita sekarang berharap benar-benar dari Pertamina,” jelas Imron.
Ia mendorong Pertamina untuk terus menjaga tren positif tersebut. Peningkatan lifting, menurutnya, akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan impor minyak mentah yang saat ini masih sekitar satu juta barel per hari.
“Kita tetap berharap kalau Pertamina masih bisa meningkatkan produktivitas sumur-sumurnya serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan demikian, diharapkan importasi minyak kita terus menurun,” lanjut Imron.
Selain aspek ketahanan energi, Imron menilai dominasi Pertamina di hulu migas turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Dampaknya tidak hanya melalui pajak, PNBP, dan dividen, tetapi juga lewat efek pengganda ke berbagai sektor terkait.
“Ya, karena dalam ekonomi, industri migas termasuk sektor yang linkage-nya, multiplier-nya besar. Terutama sekali dari sisi forward linkage-nya itu panjang,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyatakan target lifting minyak nasional APBN 2025 sebesar 605.000 bph resmi tercapai. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja masif di tengah tantangan industri hulu migas sepanjang tahun.
“Bagaimana kita bisa mencapai target APBN 2025. Nah alhamdulillah 1-2 hari terakhir dengan berbagai upaya gejolak yang sangat luar biasa kita mencapai 605.000 barel per day, alhamdulillah,” pungkas Djoko pada akhir 2025. []
























