• Latest
  • Trending
Pelindo II: Operasional Pelabuhan Turun 17%

Ekspor-Impor Tak Seimbang, RI Langka Kontainer

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Tiga  Komoditas ini Memicu Inflasi Nasional 

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Purbaya Ragu Anggaran MBG Rp 335 T Terserap Penuh, Efisiensi Jadi Opsi

Isu Reshuffle Mencuat, Purbaya dan Pratikno Dikabarkan Bakal Diganti?

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di Bank

SAR Masih Cari 140 Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang di Laut Jawa

Update KM Virgo: 114 Korban Dievakuasi, 129 Orang Masih Dicari

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp 17.607

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Segini Harganya

Klasemen Liga Inggris Usai Man City Bungkam MU

Klasemen Liga Inggris Usai Man City Bungkam MU

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam Kurangi Antrean BBM

Dua Truk Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Media Asing Kupas Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Prabowo Dorong Negara BRICS Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan

Prabowo Bawa 3 Pesan Utama di KTT BRICS

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Cegah Antrean Panjang, SPBU Terapkan Ganjil Genap Isi BBM Bersubsidi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ekspor-Impor Tak Seimbang, RI Langka Kontainer

by Aspek
Desember 29, 2020
in EKONOMI
Pelindo II: Operasional Pelabuhan Turun 17%

Ilustrasi bongkar muat di pelabuhan. [Foto: Ist]

ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Forum Angkutan Logistik Masyarakat Transportasi Indonesia Ibrahim Khoirul Rohman mengatakan kelangkaan kontainer sekarang bukan dalam bentuk fisik. Namun, ketidakseimbangan aktivitas ekspor-impor.

“Jadi jadwal pengangkutan yang berkurang akibat dari penurunan volume ekspor-impor dari negara lain juga. Misalnya perusahaan Costco dari Singapura ke Rotterdam yang sebelumnya tiga kali seminggu jadi dua kali seminggu,” katanya dalam Outlook Transportasi 2020 dilansir CNN Indonesia, Senin (28/12/2020).

Sehingga kondisi ini menyebabkan supply shortage yang ditandai dengan kenaikan freight rate karena volume yang menurun. Dia mengatakan banyak perusahaan global logistik yang mengurangi volume ekspor dan impor untuk rute-rute tertentu.

BacaJuga

Tiga  Komoditas ini Memicu Inflasi Nasional 

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di Bank

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp 17.607

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Segini Harganya

Anggota DPR Masuk Desil 4, BPS Jelaskan Penyebab

Buka Rekening 200 Juta Warga, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun

“Kelangkaan kontainer itu bukan secara harfiah kontainernya tidak ada tapi lebih kepada supply shortage yang menyebabkan freight rate-nya naik gila gilaan, arahnya lebih kepada non-physical shortage,” tambahnya.

Ibrahim mencontohkan seperti di Singapura yang menjadi hub pelayaran global mengalami penurunan volume kedatangan kapal yang cukup drastis. Sehingga freight rate naik berkali-kali lipat menjadi US$ 800 per teus di 2019 dan menjadi US$ 1.800 per teus.

Dari catatannya freight rate Indonesia naik di kuartal III dan IV tahun ini seperti ke India US$ 400 per teus menjadi US$ 1300 per teus, China US$ 60 per teus jadi US$ 400 per teus, Brasil US$ 700 per teu jadi US$ 1500 per teus, Eropa US$ 1500 per teus jadi US$ 2500 per teus.

“Ini mempengaruhi kelancaran distribusi barang, dan untuk Indonesia kebanyakan ekspor raw material yang nilai value added-nya rendah, sehingga biaya ekspor mahal akibat freight rate yang tinggi tidak mengkompensasi biaya distribusi. Ujungnya volume ekspornya juta turun,” tandasnya.

Komentar
Share54Tweet34SendShareShare10Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

RI Belum Swasembada Garam, Ini Penyebabnya

RI Bidik Stop Impor Garam pada 2029, Produksi Digenjot hingga 5 Juta Ton

ASPEK.ID, JAKARTA - Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor garam mulai 2029. Target tersebut akan ditempuh melalui pengurangan impor secara...

RI Impor 92,7 Ribu Ton Sapi Hidup dari Australia, Nilainya Rp 5,85 Triliun

RI Impor 92,7 Ribu Ton Sapi Hidup dari Australia, Nilainya Rp 5,85 Triliun

ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor sapi hidup sebanyak 92,7 ribu ton sepanjang Januari hingga Juli...

Harga LPG Non Subsidi Naik Mulai 18 April 2026, Ini Rinciannya

Pertamina Gandeng Kejagung Kawal Transparansi Pengadaan Impor BBM Hingga LPG

ASPEK.ID, JAKARTA - Pertamina Patra Niaga menandatangani Pakta Integritas Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In