ASEPK.ID, JAKARTA – Survei Consumer and Media View Nielsen menyatakan bahwa generasi Z (GenZ) menjadi generasi yang paling banyak mengeluarkan uang untuk berlibur.
Generasi di usia 10-24 tahun ini menjadi spesial dalam jumlah, gaya hidup, konsumsi media, dan hobi.
“Walau mereka masih tergolong muda, bukan berarti mereka tidak memiliki spending power. Hal ini terlihat dari pengeluaran ketika berlibur, mereka terekam menjadi generasi yang paling banyak mengeluarkan uang,” kata Executive Director Media Nielsen Indonesia Hellen Katherina dalam keterangan resminya, Rabu (11/11/2020).
Hellen menyatakan, hal ini bisa dimaklumi mengingat lebih dari 50% GenZ dengan usia 20-24 tahun, sudah bekerja, memiliki uang sendiri, dan belum berkeluarga.
Ditambah lagi dengan kepentingan untuk eksis di medsos dengan foto-foto liburan yang menarik membuat GenZ tidak segan-segan merogoh kocek untuk pengalaman tersebut.
Survei Nielsen mengungkapkan bahwa satu dari tiga orang masuk generasi Z. Porsi generasi ini hanya terpaut 1% dari generasi pendahulunya, yakni Generasi Millennial.
“Generasi yang akan menjadi lokomotif masa depan Indonesia ini sangat ambisius jika dibandingkan dengan generasi yang lain. Mereka selalu mau mencapai tingkat tertinggi dalam karir dan “tampil” sebagai individu. Mereka lahir di era teknologi, ketika internet sudah menjadi salah satu barang primer. Jadi tidak mengherankan jika gen Z adalah generasi yang paling melek teknologi dan internet adalah hal yang tidak dapat lepas dari hidupnya,” terang Hellen.
Dia melanjutkan, barang yang wajib mereka miliki adalah telepon pintar (smartphone), karena ini alat utama yang mereka gunakan ketika berselancar di internet.
Sesuai dengan kondisi belajar dari rumah saat ini, dua aktivitas online yang paling dapat menggambarkan mereka saat ini adalah belajar secara online dan bermain games. Khusus untuk bermain games, ini adalah aktivitas harian bagi mereka.
“Dikenal sebagai generasi yang sangat melek teknologi dan internet menjadikan generasi Z memilih untuk mencari apa yang mereka butuhkan via online, seperti belanja online, melihat review produk secara online dan sebagainya. Penting bagi pemilik merek untuk memperbanyak interaksi terkait produk dan merek secara online jika ingin mencuri hati para Generasi Z ini,” kata Hellen Katherina.
























