ASPEK.ID, JAKARTA – Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu P. Sjahrir, menaruh harapan besar terhadap sosok pimpinan baru Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai, kepemimpinan BEI ke depan harus memiliki fokus kuat dalam mendorong kemajuan pasar modal nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Menurut Pandu, dinamika dan persaingan pasar keuangan dunia yang semakin ketat menuntut BEI dipimpin figur yang berpikir visioner dan berorientasi ke masa depan. Pasar modal Indonesia, kata dia, tak lagi bisa dikelola dengan pendekatan lama.
“Paling penting mencari sosok yang fokus membawa pasar modal maju ke depan dan globally competitive. Tidak bisa lagi melihat ke belakang,” ujar Pandu saat dihubungi, Sabtu (31/1).
Ia menekankan, ke depan dibutuhkan langkah-langkah strategis yang dijalankan secara konsisten untuk memperkuat posisi pasar modal Indonesia. Upaya tersebut mencakup pembenahan regulasi, dorongan inovasi, hingga peningkatan daya tarik pasar bagi investor domestik maupun global.
“Harus maju ke depan,” tegasnya.
Pernyataan Pandu muncul di tengah kondisi pasar saham nasional yang sedang bergejolak dalam dua hari terakhir. Gonjang-ganjing tersebut dipicu oleh sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait isu transparansi pasar saham Indonesia, yang berdampak pada meningkatnya volatilitas perdagangan sejak Rabu (28/1).
Situasi itu turut memicu tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan berujung pada pengajuan pengunduran diri empat pejabat di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini sekaligus menegaskan urgensi kepemimpinan BEI yang kuat dan adaptif dalam menghadapi tantangan global. []
























