PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Jumat (14/10/2022). Salah satu agenda ialah persetujuan penyertaan modal negara Rp7,5 triliun melalui skema rights issue.
“Pada 14 Oktober, Garuda Indonesia akan meminta persetujuan RUPSLB untuk rencana rights issue yang juga akan membuat pemerintah menyuntikkan modal tambahan Rp7,5 triliun (US$490 juta),” jelas Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Kamis (13/10/2022).
Emiten maskapai BUMN tersebut bakal melakukan aksi korporasi terbesarnya dengan menerbitkan saham baru melalui rights issue, private placement hingga Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan target total nilai transaksi hingga Rp19,49 triliun.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan emiten bersandi GIAA ini, dikutip Kamis (13/10/2022), perseroan bakal melakukan tiga aksi korporasi sekaligus dengan harga nominal dan pelaksanaan yang sama diperkirakan pada rentang Rp182-Rp210 per saham.
“Harga Pelaksanaan final akan ditetapkan setelah Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang penambahan PMN kepada Perseroan sehubungan dengan Transaksi dan Konversi OWK,” tulis prospektus tersebut.
























