• Latest
  • Trending
IKN Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Infrastruktur dan Iklim Investasi Jadi Kunci Percepatan Nusantara

IKN Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Infrastruktur dan Iklim Investasi Jadi Kunci Percepatan Nusantara

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

PWI Polisikan Hotman Paris usai Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ ke Wartawan

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo soal Penetapan Tersangka

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo soal Penetapan Tersangka

Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara

Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara

Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Atasi Banjir Jabodetabek

Istana Minta Hotman Tak Seret Nama Prabowo dalam Kasus Febrie Adriansyah

Kuntadi Diusulkan Gantikan Febrie, Segini Harta Kekayaannya Menurut LHKPN

Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Segera Terbit

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

IKN Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Infrastruktur dan Iklim Investasi Jadi Kunci Percepatan Nusantara

by REDAKSI
Juli 20, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, OPINI
IKN Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Infrastruktur dan Iklim Investasi Jadi Kunci Percepatan Nusantara

Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lagi diposisikan semata sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Seiring percepatan pembangunan infrastruktur dan hadirnya berbagai fasilitas publik modern, Nusantara kini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, destinasi wisata kelas dunia, sekaligus magnet investasi yang menopang transformasi ekonomi nasional.

Pembangunan IKN sejak awal memang dirancang dengan pendekatan berbeda. Pemerintah menempatkan Nusantara sebagai smart forest city yang memadukan tata kota modern, teknologi digital, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi hijau. Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya gedung-gedung pemerintahan, tetapi juga dari kemampuan kawasan tersebut menarik investasi swasta dalam skala besar.

Infrastruktur Menjadi Fondasi Daya Saing Nusantara

BacaJuga

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

PWI Polisikan Hotman Paris usai Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ ke Wartawan

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Optimisme terhadap masa depan IKN mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara pada 10 Juli 2026. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menilai pembangunan jalan, akses tol, jaringan utilitas, hingga konektivitas kawasan akan menjadi fondasi utama tumbuhnya sektor pariwisata dan investasi.

Menurutnya, kehadiran infrastruktur modern akan memberikan efek berganda bagi wilayah penyangga seperti Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga jasa.

“IKN memiliki potensi menjadi wajah baru Indonesia yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara”, ujarnya.

Berbagai proyek strategis seperti jalan tol menuju IKN, sistem transportasi cerdas, kawasan permukiman, ruang terbuka hijau, jaringan air baku, energi, telekomunikasi digital, hingga fasilitas publik terus dipercepat untuk mendukung operasional Nusantara secara bertahap.

Bukan Sekadar Kota Pemerintahan, Tetapi Kota Investasi

Di balik pembangunan fisik tersebut, terdapat visi yang lebih besar. Nusantara dipersiapkan sebagai pusat investasi nasional yang mampu menghadirkan ekosistem bisnis berkelas dunia.

Konsep itu hanya dapat terwujud apabila pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan pembangunan fasilitas pendukung investasi dan keuangan. Kehadiran kawasan bisnis, pusat keuangan, layanan perizinan terpadu, kawasan komersial, pusat inovasi, fasilitas riset, pendidikan, kesehatan internasional, hotel, pusat konvensi, hingga kawasan MICE akan menjadi faktor penting yang meningkatkan daya tarik investor.

Dengan demikian, setiap pembangunan jalan, utilitas, pelabuhan, kawasan logistik, maupun transportasi publik tidak hanya melayani masyarakat, tetapi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru yang mampu menarik investasi jangka panjang.

Insentif Investasi Harus Terus Digencarkan

Sejumlah kebijakan pemerintah sebenarnya telah memberikan fondasi kuat bagi masuknya investasi ke IKN. Berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk untuk sektor tertentu, kemudahan perizinan melalui OSS, hingga fasilitas Super Tax Deduction bagi kegiatan penelitian, pengembangan, inovasi, pendidikan vokasi, dan pengembangan sumber daya manusia perlu terus disosialisasikan secara masif kepada pelaku usaha.

Instrumen-instrumen tersebut merupakan daya tarik penting bagi investor karena mampu menekan biaya investasi sekaligus meningkatkan kepastian usaha.

Di sisi lain, berbagai skema pembiayaan kreatif seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), investasi langsung, sovereign wealth fund, pembiayaan hijau (green financing), hingga partisipasi BUMN dan swasta perlu terus diperluas agar pembangunan IKN tidak semata-mata bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Semakin besar investasi yang masuk, semakin cepat pula penyediaan infrastruktur publik dapat diwujudkan.

Rasio 20 Persen APBN dan 80 Persen Investasi Harus Menjadi Komitmen Bersama

Sejak awal, pemerintah telah merancang pembiayaan pembangunan IKN dengan komposisi sekitar 20 persen berasal dari APBN dan 80 persen dari investasi serta sumber pembiayaan non-APBN. Pola pembiayaan ini menjadi strategi penting agar pembangunan tetap berkelanjutan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap fiskal negara.

Karena itu, pola pikir tersebut perlu terus dikedepankan dalam setiap tahapan pembangunan Nusantara.

Apabila alokasi APBN yang mengalir ke Otorita IKN setiap tahun berada pada kisaran Rp6 triliun hingga Rp11 triliun, maka idealnya pembangunan juga mampu menghadirkan investasi baru sekitar Rp24 triliun hingga Rp44 triliun setiap tahun agar komposisi pembiayaan 20:80 benar-benar terwujud.

Dengan rasio tersebut, pembangunan tidak hanya berlangsung lebih cepat, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang jauh lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Semakin tinggi investasi yang masuk, semakin banyak kawasan baru yang dapat dibangun, semakin luas lapangan pekerjaan tercipta, dan semakin besar kontribusi Nusantara terhadap perekonomian Indonesia.

Pariwisata dan MICE Akan Menjadi Mesin Ekonomi Baru

Berbeda dengan ibu kota konvensional, IKN menawarkan pengalaman baru melalui perpaduan kawasan hijau, teknologi, budaya, dan keberlanjutan.

Penyelenggaraan berbagai agenda nasional maupun internasional, termasuk kegiatan Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE), diyakini akan memperkuat posisi Nusantara sebagai destinasi baru Indonesia.

Selain itu, kawasan konservasi, ruang terbuka hijau, pusat kebudayaan, sports tourism, wellness tourism, jalur sepeda, hingga kegiatan masyarakat seperti fun run dinilai mampu menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.

Terbukanya Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) bagi masyarakat juga mulai menarik perhatian wisatawan yang ingin melihat langsung perkembangan ibu kota baru Indonesia. Aktivitas tersebut diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan sektor jasa, perdagangan, kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

UMKM dan Industri Nasional Harus Menjadi Pemenang

Komisi VII DPR RI juga memberikan perhatian terhadap tingginya penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan IKN.

Menurut Rahayu Saraswati, Nusantara harus menjadi etalase kemampuan industri nasional sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Karena lebih dari 90 persen pelaku usaha Indonesia berasal dari sektor UMKM, pembangunan IKN harus mampu meningkatkan kesempatan usaha, memperluas pasar produk lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan pengembangan Nusantara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan bisnis, penyediaan ruang usaha, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di kawasan ibu kota baru.

Kolaborasi Menjadi Kunci Percepatan Nusantara

Pembangunan IKN pada akhirnya bukan sekadar proyek pembangunan ibu kota, melainkan proyek transformasi ekonomi Indonesia. Keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah membangun kolaborasi antara APBN, investasi swasta, BUMN, dunia usaha, lembaga keuangan, serta masyarakat.

Karena itu, pembangunan infrastruktur harus terus dibarengi dengan penguatan iklim investasi, kepastian regulasi, penyediaan fasilitas bisnis, serta promosi berbagai insentif fiskal yang telah disiapkan pemerintah.

Semakin kuat ekosistem investasi dibangun, semakin besar peluang Nusantara berkembang sebagai pusat pemerintahan modern, pusat bisnis baru, destinasi wisata kelas dunia, sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan menjaga komitmen pembiayaan 20 persen APBN dan 80 persen investasi, IKN memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan ini tidak hanya meringankan beban APBN, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah belanja negara mampu menjadi pengungkit bagi masuknya investasi yang lebih besar, sehingga visi Nusantara sebagai kota dunia untuk semua dapat terwujud secara berkelanjutan.

Oleh : Ari Supit
Forum Bersama IKN

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

ASPEK.ID, LONDON - Andy Burnham resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris setelah menerima mandat dari Raja Charles III di...

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

PWI Polisikan Hotman Paris usai Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ ke Wartawan

ASPEK.ID, JAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi melaporkan pengacara Hotman Paris Hutapea ke Polda Metro Jaya. Laporan itu...

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

ASPEK.ID, MEDAN - Sebuah ledakan terjadi di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7) sekitar pukul...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

PWI Polisikan Hotman Paris usai Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ ke Wartawan

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In