Penjualan mi instan Indomie Indofood CBP Sukses Makmur menembus Rp20,22 triliun selama Januari-Juni 2021.
Permintaan mi instan naik selama pandemi. Hal tersebut bisa dilihat dari meningkatnya penjualan mi instan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dari posisi Rp15,49 triliun pada semester I/2020, naik Rp4,47 triliun atau tumbuh 30,5 persen menjadi Rp20,22 triliun pada semester I/2021.
Direktur Utama dan CEO ICBP Anthoni Salim menyampaikan laba usaha perusahaan tumbuh 36 persen pada kuartal I/2021 menjadi Rp3,82 triliun dari sebelumnya Rp2,8 triliun. Marjin laba usaha naik menjadi 25,3 persen dari sebelumnya 23,3 persen.
Baca juga 9 Merek Asal Indonesia yang Mendunia
“Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, laba inti yang mencerminkan kinerja operasional naik 54 persen yoy menjadi Rp2,41 triliun dari sebelumnya Rp1,57 triliun,” sebutnya pada akhir Juli 2021.
Adapun produk mi instan yang dijual oleh Indofood CBP Sukses Makmur adalah Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura dan Mi Telur Cap 3 Ayam. Perusahaan consumer goods milik Grup Salim ini juga telah menjual mi instan hingga ke Australia, Irak, Papua Nugini, Hong Kong, Timor Leste, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, Selandia Baru, Taiwan dan Negara-negara lain di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia.
Mayoritas penjualan masih di Indonesia. Sebagai informasi, nilai penjualan Indofood CBP Sukses Makmur mencapai Rp28,19 triliun selama semester I/2021. Penopang utama penjualannya adalah divisi mi instan senilai Rp20,22 triliun.
Lalu disusul oleh divisi susu senilai Rp4,55 triliun, makanan ringan Rp1,64 triliun, penyedap rasa Rp1,63 triliun, minuman Rp672,21 miliar dan makanan khusus Rp494,12 miliar.
ICBP merupakan salah satu produsen konsumen bermerek dengan kegiatan usaha terdiversifikasi, seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman. ICBP juga menjalankan kegiatan usaha kemasan untuk produk perusahaan.























