ASPEK. ID, JAKARTA – Ekonom Senior Indef, Didin S Damanhuri menyebut bahwa reshuffle kabinet Jokowi Ma’ruf sangat menarik. Berikut ini analisa terhadap terhadap enam menteri yang baru ditunjuk.
Pertama, Menteri sosial Tri Rismaharini yang dinilai berani bersih. “Dia harus membersihkan Kemensos (Kementerian Sosial) yang sudah 2 menterinya bermasalah dengan KPK,” jelas Didin, Selasa (22/12/2020).
Kedua, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Menurut Didin, mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu sangat kredibel untuk posisi tersebut.
Ketiga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) pernah menjabat Dirut Bank Mandiri kemudian Dirut PT Asahan Alumunium dan Wakil Menteri BUMN.
“Menkes BGS yang notabene bankir tapi beberapa bulan terlibat sebagai ketua PEN yang sedikit banyak juga terlibat penanganan Covid-19. Mungkin ini untuk terobosan manjerial Kesehatan,” sebut dia.
Keempat, Menteri Perdagangan M Lutfi. Sebelumnya Lutfi kepala BKPM, Menteri Perdagangan, Dubes RI untuk Jepang dan Dubes RI untuk AS.
“Muhammad Lutfi, eks Kepala BKPM juga menarik jadi Mendag yang ingin Indonesia sukses menghadapi RCEP,” ujar dia.
Menurut Didin, ini juga merupakan tantangan agar Indonesia menjadi pemain aktif dalam perdagangan internasional dan bukan hanya jadi sasaran pasar ekspor negara lain.
Kelima, Yahya Cholil sebagai menteri agama tokoh muslim dan ketua PP GP Anshor.
“Ini seolah ingin menjawab protes terhadap Menag lama yang kontroversial,” cetus dia.
Keenam, Sakti Wahyu Trenggono yang sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan dan saat ini Menteri Kelautan dan Perikananan.
“Barangkali ini sinyal untuk membenahi KKP yang menteri sebelumnya jadi OTT KPK padahal dia orang dekat Menhan Prabowo,” pungkas Didin.
























