ASPEK.ID, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api pada Senin (19/1), akibat genangan air di petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, tepatnya di KM 88+6/7. Pembatalan dilakukan sebagai langkah pengamanan karena kondisi lintasan masih memerlukan penanganan lanjutan.
“Kami memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami memahami pembatalan perjalanan ini berdampak pada rencana perjalanan pelanggan, namun demi keselamatan bersama, sejumlah perjalanan masih harus dibatalkan hingga kondisi jalur dinyatakan aman oleh petugas di lapangan,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, Senin (19/1).
Berdasarkan pembaruan hingga pukul 05.00 WIB, sejumlah kereta api dengan keberangkatan awal dari wilayah Daop 4 Semarang dibatalkan. Kereta tersebut antara lain KA 17 Argo Sindoro relasi Semarang Tawang–Gambir, KA 23 Argo Merbabu relasi Semarang Tawang–Gambir, KA 171B–174B Ciremai relasi Semarang Tawang–Cikampek–Bandung, KA 175B Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen, serta KA 197–198–199 Kamandaka relasi Semarang Tawang–Kroya–Cilacap.
Selain itu, pembatalan juga mencakup KA 203 Tegal Bahari relasi Tegal–Pasar Senen, KA 217 Kaligung relasi Semarang Poncol–Cirebon Prujakan, dan KA 213 Kaligung relasi Semarang Poncol–Brebes.
Sementara itu, hingga pukul 06.00 WIB, KAI juga membatalkan sejumlah kereta api melintas maupun dengan tujuan akhir wilayah Daop 4 Semarang. Kereta yang dibatalkan di antaranya KA 1B dan KA 2B Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA 20 Argo Muria dan KA 26 Argo Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang, KA 7003A dan KA 7004 Sembrani Tambahan, serta KA 173–172 Ciremai relasi Bandung–Cirebon–Semarang Tawang.
Pembatalan juga diberlakukan terhadap KA 178B Tawangjaya Premium relasi Pasar Senen–Semarang Tawang, KA 181–182 serta KA 194–195–196 Kamandaka, KA 204 Tegal Bahari relasi Pasar Senen–Tegal, KA 218 dan KA 216 Kaligung, serta KA 263 dan KA 264 Ambarawa Ekspres.
KAI menyampaikan bahwa hingga Senin, 19 Januari 2026, pukul 06.00 WIB, genangan air di lokasi terdampak telah berada di bawah kepala rel dan jalur sudah dapat dilalui secara terbatas. Meski demikian, pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam dan pengawasan ketat masih diberlakukan, sehingga penyesuaian operasional, termasuk pembatalan sejumlah perjalanan, tetap dilakukan.
“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif di lapangan, termasuk pemeriksaan struktur jalan rel dan kondisi di sekitar lintasan serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan instansi teknis lainnya dalam penanganan dampak banjir di sekitar jalur rel. Setiap keputusan operasional kami ambil dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat nilai pengembalian dana atau refund tiket kereta api akibat gangguan operasional imbas banjir di wilayah Daop 4 Semarang telah mencapai Rp 3,5 miliar. Nilai tersebut baru mencakup pengembalian tiket kepada pelanggan.
KAI masih melakukan penghitungan total kerugian secara menyeluruh karena situasi masih berkembang. “Saat ini Rp 3,5 miliar untuk pembatalan KA,” ujar EVP of Sales KAI Ririn Widi Astutik, dikutip dari Antara, Minggu (18/1).
Ririn menuturkan, penghitungan tersebut dilakukan untuk periode empat hari, yakni sejak 15 hingga 18 Januari 2026. “Empat hari, sejak 15-18 Januari pukul 13.00 (WIB) tadi, baru nilai refund,” ujarnya.
Adapun komponen lain di luar pengembalian tiket, termasuk biaya service recovery tambahan, masih dalam proses perhitungan lebih lanjut. []
























