ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini menggelar rapat terbatas melalui video conference dengan para gubernur, wali kota dan, bupati se-Indonesia terkait penanganan penyebaran COVID-19 atau virus corona.
Dalam arahannya, Jokowi menjelaskan sejumlah skenario yang telah dihitung oleh pemerintah mengenai dampak dari COVID-19. Terutama dampak yang timbul dari kebijakan antisipasi penyebaran seperti physical distancing.
“Beberapa skenario juga telah kita hitung, kita kalkulasi mengenai prediksi dari COVID-19 ini di negara kita, Indonesia. Bulan April seperti apa, bulan Mei seperti apa, skenario buruk seperti apa, skenario sedang seperti apa, skenario ringan seperti apa. Dan saya kira kita ingin kita berada pada skenario yang ringan. Dan kalau memang betul-betul sulit dibendung, ya kita paling tidak masuk ke skenario sedang, jangan sampai masuk ke skenario yang paling buruk,” kata Presiden Jokowi.
Pemerintah juga telah menghitung penurunan di beberapa provinsi mengenai daya tahan, mengenai penurunan pendapatan dari setiap provinsi yang ada.
“Ini saya berbicara skenario sedang saja. Misalnya profesi buruh, kalau skenarionya sedang yang terparah nanti akan berada di Nusa Tenggara Barat, akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25 persen. Karena hitungan kita, ini kita mampu bertahan di Juni sampai September. Kemudian untuk petani dan nelayan, ini tolong juga hati-hati, kalau skenarionya sedang, ini yang terparah nanti di Kalimantan Barat. Akan ada penurunan pendapatan sampai 34 persen, dengan daya tahan Oktober sampai November. Kemudian pedagang mikro, pedagang kecil, kalau skenarionya sedang, yang berat adalah di Kalimantan Utara, dengan penurunan pendapatan sampai 36 persen dan kemampuan bertahan di Agustus sampai Oktober,” ungkap Jokowi.
Kemudian menurut Presiden Jokowi, untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara, ini turunnya sampai 44 persen.
“Angka-angka seperti ini mohon juga dikalkulasi secara detail di daerah sehingga persiapan-persiapan bantuan sosial oleh provinsi, oleh kabupaten, dan kota betul-betul bisa disiapkan lewat tadi yang sudah di depan saya sampaikan, refocussing dan realokasi anggaran yang ada,” tegas Jokowi.
“Kalau kita bekerja secara detail, di lapangan juga kita ikuti, saya meyakini sekarang ini masyarakat sudah mulai bergerak. Provinsi-provinsi juga telah, saya lihat telah melakukan dan bekerja secara baik, baik dalam melakukan semprotan disinfektan, kemudian menyosialisasikan menjaga jarak yang aman. Saya meyakini skenario yang paling ringan itulah yang akan muncul,” harap Presiden.






















