Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln bersama sejumlah kapal perang pengawalnya dilaporkan tengah bergerak menuju Timur Tengah dari Laut Cina Selatan. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pada Kamis, 15 Januari 2026.
Mengutip Alarabiya English, dua pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada New York Times dengan syarat anonim mengatakan kapal induk tersebut diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah dalam waktu sekitar satu minggu.
“Sejumlah pesawat tempur, kemungkinan termasuk kombinasi jet tempur, pesawat serang, dan pesawat pengisian bahan bakar, diperkirakan akan segera mulai berdatangan ke wilayah tersebut,” tulis laporan yang dikutip pada Sabtu (17/1).
Selain pengerahan kapal induk, Pentagon juga dilaporkan mengirimkan tambahan peralatan pertahanan udara ke kawasan Timur Tengah dan Teluk. Peralatan tersebut mencakup rudal pencegat yang ditujukan untuk melindungi pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat, terutama Pangkalan Udara al-Udaid di Qatar.
“Kedua pejabat AS mengatakan peningkatan persenjataan tersebut bertujuan untuk mencegah otoritas Iran melakukan kekerasan lebih lanjut terhadap para demonstran dan untuk memberi Trump lebih banyak pilihan dalam merencanakan serangan apa pun terhadap Iran,” demikian laporan New York Times.
Iran sendiri tengah dilanda gelombang protes anti-pemerintah yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Pemerintah Iran dilaporkan melakukan penindakan keras terhadap aksi tersebut, termasuk memutus akses internet nasional selama lebih dari sepekan, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia.
Aksi penindakan itu disebut telah menewaskan ribuan orang, meskipun jumlah korban secara pasti masih belum diketahui. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer jika penindakan mematikan terhadap para demonstran di Iran terus berlanjut. []
























