• Latest
  • Trending

Kaspersky: Siber Serang Perusahaan Farmasi

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Prabowo Usul Wisata Berkuda di 5 Destinasi Prioritas

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kaspersky: Siber Serang Perusahaan Farmasi

by Aspek
September 10, 2019
in TEKNOLOGI

ASPEK. ID, JAKARTA – Kaspersky, sebuah perusahaan keamanan siber global menyatakan bahwa saat ini terjadi peningkatan perangkat yang terkena serangan oleh pelaku kejahatan siber di industri farmasi secara global.

Dari 44 persen mesin yang terinfeksi pada 2017, terjadi  peningkatan 1 persen pada 2018, jumlah upaya serangan yang terdeteksi tahun ini menunjukkan bahwa hampir 5 dari 10 perangkat di fasilitas farmasi menjadi target serangan.

Negara-negara yang memiliki serangan terbanyak adalah Pakistan (54 persen), Mesir (53 persen), Meksiko (47 persen), Indonesia (46 persen), dan Spanyol (45 persen). Adapun, 4 negara lagi dari kawasan Asia Pasifik dengan persentase perangkat yang terinfeksi tertinggi adalah India, Bangladesh, Hong Kong, dan Malaysia, dengan sekitar 4 dari 10 mesin terdeteksi terkena upaya serangan.

BacaJuga

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

36 Juta Kerjaan Digantikan AI, Ini 10 Profesi Paling Terdampak

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

Danantara Bidik Investasi di Sektor Data Center

Indonesia Nomor 1 Militer Terkuat di Asia Tenggara

Head of Global Research and Analysis Team (GReAT) Russia di Kaspersky, Yury Namestnikov, mengatakan meskipun umumnya para pelaku penjahat siber dapat dengan mudah memperoleh uang dengan menyerang bank, juga teramati bahwa para peretas serta kelompok cyberespionage perlahan-lahan memberi perhatian terhadap industri kedokteran canggih.

“Mereka perlahan-lahan menyadari bahwa perusahaan farmasi menyimpan harta karun berupa data yang sangat berharga seperti obat dan vaksin terbaru, penelitian terbaru, serta rahasia medis. Munculnya teknologi operasional yang terhubung internet (OT) di dalam obat-obatan ini juga berkontribusi terhadap meluasnya serangan di sektor ini,” ujar Namestnikov disalin dari Bisnis, Selasa (10/9/2019).

Yuri menambahkan berdasarkan pemantauan Kaspersky terhadap beberapa gerakan aktor APT di Asia Pasifik dan global, diperkirakan bahwa kelompok-kelompok tersebut menginfeksi server dan mengekstrak data dari perusahaan farmasi.

“Teknik dan perilaku serangan membuktikan bahwa tujuan pelaku kejahatan siber untuk memperoleh kekayaan intelektual yang berkaitan dengan formula medis terbaru dan hasil penelitian serta rencana bisnis para korban mereka,” pungkas  Namestnikov.

 

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Komdigi Beberkan Penyebab Kebocoran Data dan Serangan Siber di RI

Kerugian Akibat Serangan Siber di Indonesia Tembus Rp 111 Triliun

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkap besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat serangan siber di Indonesia sepanjang 2026. Nilainya diperkirakan...

Inovasi AI Rawan Dipake Pelaku Kejahatan Siber

Inovasi AI Rawan Dipake Pelaku Kejahatan Siber

Jakarta - Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi pendorong utama transformasi digital di sektor jasa keuangan. Pemanfaatan AI dinilai meningkatkan...

AI Bakal Gantikan 80%  Kerja Manusia

Indonesia Pakai Mata-Mata Siber dari Israel

Polisi Pakistan menggunakan teknologi mata-mata siber milik perusahaan Israel Cellebrite, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik. Dilaporkan sebuah media...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In