ASPEK, CHINA -Tesla menarik kembali sekitar 3 juta kendaraan di China untuk menangani dua persoalan keselamatan, yakni mekanisme gagang pintu dan sistem pemantauan perhatian pengemudi.
Penarikan tersebut menjadi tantangan terbaru bagi Tesla dalam mempertahankan posisinya di pasar otomotif China yang merupakan salah satu pasar kendaraan terbesar di dunia.
Berdasarkan pemberitahuan Tesla dan regulator keselamatan produk China yang diterbitkan Jumat (21/8/2026), penarikan dilakukan untuk dua masalah berbeda. Salah satunya berkaitan dengan gagang pintu yang dioperasikan secara elektronik, sedangkan lainnya menyangkut sistem pemantauan pengemudi.
Pada pemberitahuan mengenai gagang pintu, Tesla menjelaskan benturan keras dapat menyebabkan sistem tegangan rendah kendaraan mengalami kegagalan. Kondisi tersebut berpotensi membuat pintu sulit dibuka sehingga penumpang kesulitan menyelamatkan diri dan petugas penyelamat dari luar kendaraan juga dapat mengalami hambatan.
Tesla akan memberikan label peringatan pada kendaraan yang terdampak. Perusahaan juga akan memperbarui perangkat lunak pengendali jendela melalui sistem over the air (OTA). Pembaruan tersebut memungkinkan jendela kendaraan turun secara otomatis setelah sistem mendeteksi kecelakaan.
Penarikan ini mencakup sejumlah kendaraan Model 3, Model Y, Model S, dan Model X, termasuk unit impor serta kendaraan yang diproduksi di China dalam periode 4 Maret 2019 hingga 29 April 2026.
Masalah gagang pintu juga tidak hanya dialami Tesla. Delapan produsen mobil lain di China turut melakukan penarikan sukarela terkait persoalan serupa.
Gagang pintu rata yang menjadi ciri khas sejumlah kendaraan Tesla juga digunakan oleh beberapa produsen lain, termasuk Xiaomi dan Geely. Persoalan terkait gagang pintu yang rusak atau sulit dijangkau setelah kecelakaan telah mendorong perubahan regulasi di China dan memicu penarikan yang melibatkan sembilan produsen otomotif.
Tesla juga menghadapi tekanan persaingan yang semakin besar di pasar China. Model Y merupakan salah satu produk terlaris Tesla di negara tersebut, tetapi perusahaan menghadapi kompetisi dari produsen lokal seperti BYD dan Xiaomi yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau serta fitur yang semakin beragam.
Data Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan Tesla mengirimkan 25.158 unit Model Y di China pada Juli 2026. Angka tersebut turun 18% dibandingkan 30.766 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain persoalan gagang pintu, Tesla melakukan penarikan kedua untuk memperbaiki sistem pemantauan pengemudi pada sebagian kendaraan. Sistem tersebut dirancang memastikan pengemudi tetap memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali ketika menggunakan fitur mengemudi semi-otomatis seperti Autosteer.
Tesla akan menyediakan pembaruan perangkat lunak OTA tanpa biaya. Sistem tersebut akan dilengkapi pemantauan kamera di dalam kabin sebagai tambahan terhadap sensor torsi pada setir.
Penambahan kamera tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemantauan keterlibatan pengemudi sehingga pengemudi dapat segera mengambil alih kemudi dan pengereman apabila diperlukan.
















