• Latest
  • Trending
Kekebalan Lansia Pasca Vaksinasi

Kekebalan Lansia Pasca Vaksinasi

Eks Direktur Bea Cukai Didakwa Rugikan Negara Rp7,37 T dalam Kasus Ekspor CPO

Eks Direktur Bea Cukai Didakwa Rugikan Negara Rp7,37 T dalam Kasus Ekspor CPO

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Usul Jual Kapal Perang RI

Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Selfie

Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Selfie

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

Pedagang Pasar Tradisional Layak Dapat Stimulus

Pemerintah Luncurkan Kredit Khusus Perempuan Prasejahtera

Kebakaran Hebat Pangkalan PO Sinar Jaya, 50 Bus Hangus Dilalap Api

Kebakaran Hebat Pangkalan PO Sinar Jaya, 50 Bus Hangus Dilalap Api

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Aman Selama Demo Mahasiswa Tidak Ricuh

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Asing Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT

Rapat Paripurna DPR Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031

Rapat Paripurna DPR Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Mendag Akui Harga Pangan Naik Efek MBG, Masih Wajar

BRIN Respons Gagasan Ambulans Terbang Prabowo

BRIN Respons Gagasan Ambulans Terbang Prabowo

Ekspansi Internasional, Citilink Datangkan Airbus A330-900 NEO

Citilink Buka Rute Baru dari Bandung ke Lima Kota Besar Mulai Minggu ini

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kekebalan Lansia Pasca Vaksinasi

by Zamzami Ali
Februari 12, 2021
in LIFESTYLE, NEWS
Kekebalan Lansia Pasca Vaksinasi

Petugas menyuntikkan vaksin Sinovac kepada tenaga kesehatan lanjut usia saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di RSCM, Jakarta, Senin (8/2). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

ASPEK.ID, JAKARTA – Kelompok orang lanjut usia atau lansia paling rentan terhadap wabah Covid-19. Selain sistem imun tubuhnya yang sudah tak lagi prima, mereka juga banyak yang mengidap penyakit bawaan menahun.

Hal itu membuat mereka berisiko tinggi terhadap infeksi SARS COV-2, virus penyebab Covid-19. Di banyak negara, kelompok ini diprioritaskan sebagai penerima vaksin.

Ketentuan yang sama pun berlaku di Indonesia. Kelompok lansia yakni mereka yang berusia di atas 60 tahun, mendapat prioritas. Pintu terbuka setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) resmi memberikan izin edar sementara atau  emergency use authorization (EUA) bagi vaksin CoronaVac untuk lansia.

BacaJuga

Eks Direktur Bea Cukai Didakwa Rugikan Negara Rp7,37 T dalam Kasus Ekspor CPO

Prabowo Usul Jual Kapal Perang RI

Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Selfie

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

Pemerintah Luncurkan Kredit Khusus Perempuan Prasejahtera

Kebakaran Hebat Pangkalan PO Sinar Jaya, 50 Bus Hangus Dilalap Api

CoronaVac itu sendiri adalah vaksin buatan Sinovac Life Sciences Ltd China yang secara luas dikenal sebagai vaksin Sinovac.

Sertifikat EUA itu dikeluarkan Badan POM pada Minggu (7/2). Esoknya, vaksinasi pun dimulai bagi kalangan lansia. Pada tahap pertama ini, prioritasnya adalah tenaga kesehatan (nakes) lansia dengan jumlah total sekitar 11.000 orang. Sebagian dari mereka adalah dokter.

Penerbitan EUA untuk lansia itu tentu tak mengejutkan, setelah BPOM mengizinkan vaksin yang sama dikenakan bagi mereka yang berusia 18-59 tahun per 12 Januari lalu.

Salah satu pertimbangan penting adalah hasil uji klinis di Bandung yang menyatakan bahwa vaksin ini aman dan mencatat kemanjuran (efikasi) 65 persen.  

Per Senin, 8 Februari 2021 sudah 700 ribu nakes umur 18-59 tahun yang menerima vaksin tersebut. Sejauh ini, seperti diakui Kementerian Kesehatan, tidak ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

“Tidak ada kasus yang serius,” kata Juru Bicara Kemenkes dokter Siti Nadia Tarmizi dilansir Indonesia.go.id, Jumat (12/2).

Bukti bahwa vaksin Sinovac itu aman selama digunakan di Indonesia adalah satu soal. Tapi, hal lainnya, Sinovac sendiri pernah melakukan uji klinis vaksinnya atas lansia 60-89 tahun di Hubei, wilayah Tiongkok Tengah, tak jauh dari Wuhan.

Dalam uji klinis itu, vaksin dosis medium dikenakan kepada 421 relawan lansia sehat dengan dua kali suntikan yang berselang 28 hari.

Hasil uji klinis tahap 2 kemudian dibandingkan dengan 421 relawan lainnya dari usia 18-59 (dewasa) tahun. Ternyata, hasilnya sama baiknya di kedua kelompok, baik dari sisi safety (keamanan) maupun imunogenisitasnya.

Keduanya mendapat manfaat yang sama. Begitu dilaporkan laman resmi Nasdaq, Rabu (9/9/2020) mengutip sumber resmi Sinovac.

Dalam kelompok lansia, efek serokonversi (perkembangan antibodi di serum) muncul pada 98 persen relawan lansia, sedangkan pada kelompok dewasa angkanya 97 persen.

Dalam pemeriksaan lanjutan terbukti bahwa geometrik mean titer (GMT), yakni nilai rata-rata titer antibodi 42,2 pada lansia dan pada dewasa 44,1. Dalam konteks uji klinis tersebut, Sinovac menyebut bahwa hasil itu memuaskan karena bisa berfungsi sama baiknya di kelompok lansia maupun dewasa dalam merangsang tumbuhnya antibodi.

Chairman sekaligus CEO Sinovac Weidong Yin menyatakan kegembiraannya atas hasil uji klinis tersebut.

“Ini kandidat vaksin yang menjanjikan, terutama untuk lansia yang rentan terhadap Covid-19,” ujarnya.

Namun, uji klinis tahap tiga, yang terkait efikasi vaksin pada lansia, sejauh ini belum terpublikasikan secara luas. Bukti secara faktual akan khasiat vaksin khusus untuk lansia memang belum banyak dirilis oleh otoritas kesehatan.

Namun di Inggris, Komisi Pakar untuk Pengawasan Risiko Vaksin Covid-19 Munir Pirmohammed meyakini, vaksin AstraZeneca yang digunakan di negerinya cukup efektif termasuk bagi lansia di atas 65 tahun.

Di seluruh Inggris Raya (UK), hingga awal pekan Februari 2021, sudah 11 juta dosis vaksin, yang sebagian terbesar adalah AstraZeneca telah disuntikkan ke masyarakat. Para lansia bahkan mendapat prioritas pertama.

“Sejauh ini tak ada bukti bahwa yang menunjukkan vaksin itu tak manjur buat lansia,” kata Munir, seperti dikutip Irish Times, Jumat (5/2/2021).

Secara umum, AstraZeneca dianggap secara cepat ikut menurunkan kasus baru Covid-19 pada sebagian besar wilayah di Inggris. Vaksin itu dinilai bisa memberikan proteksi secara cepat karena memberikan efek serokonversi segera, sejak penyuntikan pertama dilakukan pada 5 Januari 2021. Rata-rata 400 ribu orang disuntik vaksin per harinya.

Seperti dilaporan Sunday Times (7/2/2021), hasilnya terlihat pada pekan pertama bulan Februari, yang angka kasus baru Covid-19 mingguannya turun 25 persen dibanding pekan sebelumnya. Angka kematian pun berkurang 30 persen.

Pemerintah Inggris bahkan telah mengambil keputusan berani, dengan mengubah jarak waktu suntikan (dosis pertama dan kedua) dari tiga pekan (21 hari) menjadi 12 pekan (84 hari). Kebijakan itu diambil setelah para ahli menemukan bukti bahwa antibodi titer yang muncul pada peserta vaksinasi ternyata lebih cepat.

“Dengan memperpanjang rentangan waktu ini, akan lebih banyak orang yang bisa menerima suntikan,” kata Perdana Menteri Boris Johnson.

Spesifikasi masing-masing vaksin tentu berbeda. Mengutip dari laman Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), disebutkan bahwa pascasuntikan dosis pertama dari vaksin Sinovac, titer antibodi yang terbentuk baru separuh, dan tidak cukup menangkal virus Covid-19.

Titer antibodi yang optimal, menurut PAPDI, baru terbentuk pada 14 hari pascasuntikan kedua. Jadi, suntikan kedua itu penting untuk mencapai perlindungan yang diharapkan. Agaknya, itu berlaku untuk dewasa dan lansia. []

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Awalnya Ortu & Sekolah Tolak Vaksinasi Polio di Aceh

Awalnya Ortu & Sekolah Tolak Vaksinasi Polio di Aceh

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Aceh, dr. Arika Husnayanti menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi massal di Aceh atau Sub-Pekan Imunisasi Nasional Polio di...

Hal Yang Harus Diperhatikan Untuk Vaksinasi Anak 12-17 Tahun

Dirjen Adwil Keluarkan 6 SE Percepatan Booster

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/3917/SJ tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster) bagi...

Polri Kejar Target Akselerasi Vaksinasi Booster Jelang Ramadhan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan percepatan akselerasi vaksinasi serentak di 5.214 titik 34 Provinsi Indonesia. Dalam kesempatan ini,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In