Jakarta – Kementerian Pertahanan mewisuda peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) batch pertama. Lokasi penutupan dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).
Pada batch pertama, diklat yang berlangsung 45 hari diikuti 33.846 peserta dari total kebutuhan 35.476 peserta yang terdiri 30 ribu calon manajer KDKMP serta 5.476 calon manajer dan tiga unsur operasional KNMP. Dari jumlah itu, hanya 33.785 peserta yang berhasil menuntaskan pendidikan di 67 satuan pendidikan (satdik) TNI di seluruh Indonesia.
“Insya Allah, kami akan tutup pendidikan ini sejumlah 33.785 orang,” ucap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemenhan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia kepada awak media di Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
Menurut Ketut, ada 61 peserta yang tidak bisa menuntaskan diklat sampai rampung. Mereka terkendala sejumlah faktor, mulai riwayat kesehatan hingga psikologi. Belum lagi, sambung dia, ada peserta yang memilih mengundurkan diri.
“Saya ulangi lagi, ada mengundurkan diri karena memang memilih profesi yang sebelumnya sudah berjalan.”
Di luar itu, kata Ketut, ada sekitar 40 peserta perempuan tidak dapat melanjutkan diklat karena hamil. Meski begitu, ia memastikan, mereka tidak gugur dan masuk dalam talent pool batch berikutnya. Hal itu karena kebutuhan SPPI mencapai 63 ribu peserta.
Mengapa batch pertama baru diikuti lebih 33 ribu peserta? Ketut menjelaskan, hal itu karena disesuaikan dengan jumlah KDKMP dan KNMP yang tuntas dibangun. Adapun sisanya bakal mengikuti diklat kedua yang direncanakan berlangsung pada Septermber atau Oktober 2026.
“Ada yang hamil, yang tadi ditanyakan, yaitu sekitar 40 orang, yang statusnya ke depan itu adalah talent pool. Artinya, masih diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan atau mengikuti pendidikan batch berikutnya. Namun ini semuanya keputusan itu adalah akan disampaikan oleh Tim Panselnas Pusat,” ujar Ketut.






















