ASPEK, ID, JAKARTA –Dua Menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengurusi bidang ekonomi dinilai memiliki kinerja yang cukup memuaskan di mata pelaku usaha.
Hal tersebut setidaknya tergambar dari hasil survei yang diirlis Indikator Politik Indonesia dalam acara Rilis Survei Nasional yang ditayangkan melalui akun YouTube Indikator Politik Indonesia, Kamis (23/7/2020).
Dua Menteri yang membidangi ekonomi, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir berada di posisi kesatu dan kedua dengan tingkat kepuasan masing-masing 61,4 persen dan 57,7 persen.
“Yang mengatakan sangat sesuai dan sesuai harapan paling banyak dipegang oleh bu Sri Mulyani, kedua pak Erick Thohir, menurut pelaku usaha bukan publik,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.
Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa itu adalah hasil survei yang dilakukan pihaknya terhadap 1.176 responden pelaku usaha mulai dari mikro, kecil, menengah, hingga besar.
Selain Menteri di bidang ekonomi, kinerja Menteri yang mendapat tingkat kepuasaan di atas 50 persen adalah Menteri pertahanan Prabowo Subianto dengan tingkat kepuasaan publik mencapai 57,6 persen. Selanjutnya, menteri dengan tingkat kepuasan paling rendah adalah Menkum HAM Yasonna Laoly dengan angka 32,1 persen. Di atasnya, ada Menteri ESDM Arifin Tasrif dengan angka 34,5 persen.
Survei Indikator ini dilakukan pada 29 Juni – 11 Juli 2020. Uniknya, para responden merupakan pelaku usaha pada tujuh sektor ekonomi di sembilan provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur).
Tujuh sektor itu meliputi; pertanian non perikanan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, serta pengangkutan dan pergudangan.
Sampel dipilih secara acak dari masing-masing sektor sebanyak 140 di setiap sektor. Dengan tambahan pada sektor pertanian dan sektor perikanan masing-masing 150 dan 350 pelaku usaha. Total responden yang berhasil diwawancarai melalui telepon sebanyak 1.176 responden.
























