• Latest
  • Trending
KKP Jadikan Meranti Pusat Kawasan Budidaya Kakap Putih

KKP Latih Nelayan Aceh Buat Alat Tangkap Gillnet

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Purbaya: Ada Rp 100 Triliun Uang Pemda tidak Terpakai

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Demokrat: Semeru Meletus Tanpa Peringatan Dini; Panggil Menteri ESDM

Daftar 11 Gunung Api yang Erupsi Selama 2026

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Erupsi Anak Krakatau Bisa Bikin Maskapai Rugi hingga Rp19 Miliar Sehari

Pemerintah Buka Rekrutmen 250 Ribu Agen Perlinsos, Ini Tugasnya

Pemerintah Buka Rekrutmen 250 Ribu Agen Perlinsos, Ini Tugasnya

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

BMKG Ungkap Sebaran Abu Anak Krakatau Bergerak Menjauhi Wilayah Indonesia

STY Ungkap Tantangan Persija Usai Libur Panjang Jelang Piala Presiden

Shin Tae-yong Yakin Persija Lebih Ganas Saat Jamu Persib

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Gaji Menteri di Singapura Rp22 Miliar/Tahun

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

3.450 Jamaah Umrah Tertunda ke Baitullah

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Siang Ini

Serangan Rudal ke Iran, Israel Tutup Wilayah Udara dan Aktifkan Sirene

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga Emas Antam 8 September 2026 Turun, Segini Harganya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 9, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

KKP Latih Nelayan Aceh Buat Alat Tangkap Gillnet

by Zamzami Ali
Agustus 13, 2020
in EKONOMI
KKP Jadikan Meranti Pusat Kawasan Budidaya Kakap Putih

ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mendorong ekonomi nelayan di tengah pandemi Covid-19.

Kali ini, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan “Pelatihan Pembuatan Alat Tangkap Gillnet” bagi 30 nelayan di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Dengan keterbatasan physical distancing yang masih berlaku, pelatihan dilakukan dengan metode blended learning. Pelatih dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan mendemonstrasikan pelatihan secara daring melalui Zoom dan aplikasi pembelajaran online KKP, e-Jaring.

BacaJuga

Purbaya: Ada Rp 100 Triliun Uang Pemda tidak Terpakai

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

Harga Emas Antam 8 September 2026 Turun, Segini Harganya

OJK Tutup 951 Pinjol Ilegal

Hadapi Bencana, Purbaya Tambah Rp5 Triliun ke BNPB

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.664

Sementara itu, penyuluh perikanan di Kabupaten Bireun turut mendampingi para peserta melakukan praktik di tempatnya sesuai dengan protokol kesehatan.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja mengatakan, Aceh memiliki garis pantai yang panjang dan laut yang luas. Di dalamnya tersimpan beraneka ragam kekayaan perikanan. Selain itu, Aceh juga memiliki 119 pulau.

Tak heran jika selama ini banyak masyarakat Aceh menggantungkan hidup dari sektor perikanan, terutama penangkapan ikan.

Masyarakat yang tinggal di pesisir umumnya melakukan penangkapan ikan dengan cara yang paling sederhana hingga cara mutakhir. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan, alat tangkap yang digunakan pun semakin beragam.

Salah satunya menggunakan gillnet (jaring insang) yang dianggap sebagai salah satu alat tangkap ramah lingkungan.

“Kita ingin masyarakat yang hidup di pesisir memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Jika selama ini masih ada yang menggunakan alat tangkap yang masih sangat sederhana, kita ajarkan cara membuat gillnet. Alat tangkap ini cukup efektif untuk menangkap ikan dan juga ramah lingkungan,” jelas Sjarief, Kamis (13/8).

Sementara, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyebut, masyarakat Bireuen dapat mengembangkan sektor perikanan tangkap guna mengoptimalkan sumber daya kelautan dan perikanan setempat.

“Saya harap pelatihan kali ini dapat mendukung bapak-bapak sekalian dalam kegiatan penangkapan ikan sehari-hari,” katanya.

Ia mengungkapkan, alat tangkap gillnet tidak terlalu sulit untuk dibuat. Untuk itu, jika memang cocok dengan kondisi perairan di Bireuen, Lilly mendorong para nelayan untuk membentuk kelompok usaha guna menambah penghasilan dan manfaat untuk masyarakat setempat.

“Kalau nanti butuh modal usaha, KKP melalui Badan Layanan Umum – Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU-LPMUKP) siap untuk memberikan bantuan pinjaman. Memang tidak gratis tapi bunganya kecil sekali. Ini patut dipertimbangkan oleh bapak-bapak sekalian,” ujarnya

Sejalan dengan itu, ia menyatakan bahwa ke depannya para penyuluh akan terus mendampingi para nelayan pasca pelatihan. Puslatluh KP juga akan terus menggali kerja sama dengan pemerintah daerah ke depannya.

Dengan demikian, diharapkan agar konsumsi ikan di Aceh pun dapat turut meningkat. Pelatihan ini disambut baik oleh para nelayan maupun pemerintah daerah Kabupaten Bireuen.

Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bireun Ir. Irwan menyampaikan apresiasinya kepada KKP yang tetap memberikan pelatihan di tengah pandemi. Ia berharap, kerja sama keduanya akan terus terjalin ke depan untuk memberikan edukasi maupun meningkatkan jiwa wirausaha masyarakat.

“Mudah-mudahan ilmu yang didapatkan ini bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Baik melalui pembentukan suatu koperasi atau kelompok usaha yang membuat alat tangkap gillnet sehingga bisa membawa berkah pada kita yang belajar hari ini,” ucapnya.

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

2 Maskapai Malaysia Stop Sementara Penerbangan ke Aceh

382 Jemaah Umrah ke Soekarno-Hatta, Turun di Aceh

    ASPEK.ID, JAKARTA -  Sebanyak 382 jemaah umrah yang terbang dengan Garuda Indonesia dari Jeddah ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta...

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Usai Rusuh Aceh, Menkum Bakal Tuntaskan Pembahasan UU Otsus

  Jakarta - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan sudah menemui Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem terkait pembahasan...

Jasa Tirta II Luncurkan Project Konservasi Budidaya Ikan Ramah Lingkungan

HUT RI, Nelayan Diimbau Tidak Melaut

  ASPEK,ID, BANDA ACEH - Lembaga Hukum Adat Laot Aceh atau Panglima Laot Aceh menghimbau para nelayan seluruh Aceh untuk...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In