ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan produktivitas perikanan budi daya dari target produksi sebanyak 18,44 juta ton pada 2020, menjadi 19,47 juta ton pada 2021.
“KKP punya target dan program prioritas guna peningkatan produktivitas perikanan budi daya di tahun 2021,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangan resminya, Senin (28/12).
Disebutkan Slamet, target produksi perikanan budi daya tahun 2021 terdiri atas perikanan sebesar 7,92 juta ton dan rumput laut 11,55 juta ton.
Selain produksi ikan konsumsi, target lain pada tahun 2021 adalah produksi ikan hias, yang akan dilakukan dengan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi/kabupaten/kota, guna membangun sinergi pembangunan perikanan budi daya di daerah daerah.
Apalagi, kebutuhan ikan hias juga meningkat dari tahun ke tahun baik untuk dalam negeri maupun ekspor dan yang tidak kalah penting yaitu peningkatan kesejahteraan pembudidaya.
Program prioritas selain perikanan budi daya salah satunya adalah pakan mandiri. Slamet berharap agar ke depannya, pakan mandiri akan semakin strategis dan mampu meningkatkan produksi perikanan budi daya.
Komponen lain yang menjadi prioritas yaitu masalah perizinan dan asuransi pembudidaya, terutama untuk perizinan tambak udang.
“Untuk asuransi pembudidaya, kita perlu mengajak para pembudidaya ikut dalam asuransi guna menekan kerugian bagi pembudidaya karena adanya gagal panen yang diakibatkan oleh penyakit atau bencana alam,” tandasnya.
















