• Latest
  • Trending
BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Oknum BNPB Korupsi Uang Penanganan Karhutla, Banjir Sumatra dan Gempa  NTT

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Media Singapura Umumkan 7 Perusahaan RI Terduga Karhutla

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK: 31 Saham Terindikasi Pidana

MCK Sehat Pelindo Marine, Harapan Baru bagi Warga dan Anak Sekolah di Bondowoso

MCK Sehat Pelindo Marine, Harapan Baru bagi Warga dan Anak Sekolah di Bondowoso

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

Dasco, Rosan & Kapolri ke BEI Usai Jumat

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Jokowi Bicara Wacana Hak Angket Ijazah Gibran: Itu Hak DPR

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

Kepala Bakom: Istana Pantau Gejolak IHSG

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Kaget MSCI Mau Downgrade Saham RI

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

Tiga Kunci Keberhasilan Kopdes

Wapres Gibran Jenguk Siswa Keracunan MBG & Minta Maaf   

Demokrat: Pansus Ijazah Untungkan Wapres Gibran

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

16 Bandara di Papua Terdampak Kabut Asap Karhutla, Penerbangan Terganggu

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Danantara Siapkan Rp 1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Deltras FC Waspadai Kebangkitan Persis Solo

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

KPK: Oknum BNPB Korupsi Uang Penanganan Karhutla, Banjir Sumatra dan Gempa  NTT

by Aspek
Oktober 16, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM
BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

kantor BNPB. (Foto: BNPB)

ASPEK.ID,JAKARTA – Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan
kronologi kasus korupsi dana siap pakai (DSP) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). KPK menemukan korupsi DSP yang digunakan penanganan bencana di Indonesia.

DSP merupakan dana yang dicadangkan oleh pemerintah. DSP digunakan dalam keadaan darurat bencana yang ditetapkan dan dimasukkan ke dalam struktur anggaran BNPB.

Pencairan DSP bersifat fleksibel, tetapi harus memenuhi salah satu dari empat syarat dan ketentuan yang merujuk pada Peraturan BNPB Tahun 2020. Yaitu adanya penetapan Status Keadaan Darurat Bencana oleh bupati/wali kota, gubernur, atau Presiden; adanya penetapan Status Keadaan Tertentu; Adanya pertimbangan risiko bencana berdampak yang ditetapkan oleh Kepala BNPB; atau Adanya kebutuhan bantuan kemanusiaan ke luar negeri.

BacaJuga

Media Singapura Umumkan 7 Perusahaan RI Terduga Karhutla

OJK: 31 Saham Terindikasi Pidana

MCK Sehat Pelindo Marine, Harapan Baru bagi Warga dan Anak Sekolah di Bondowoso

Dasco, Rosan & Kapolri ke BEI Usai Jumat

Jokowi Bicara Wacana Hak Angket Ijazah Gibran: Itu Hak DPR

Kepala Bakom: Istana Pantau Gejolak IHSG

“DSP tersebut digunakan untuk penanganan dan penanggulangan berbagai bencana, diantaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta banjir di Aceh dan Sumatera,” kata Taufik Jumat (16/10/2026).

Dalam dokumen Rencana Kerja Kolaboratif (RKK), Taufik mengatakan BNPB telah menentukan sejumlah penyedia atau vendor untuk pengadaan barang dan jasa (PBJ) melalui metode penunjukan langsung. Dengan demikian, ketika terjadi penetapan status darurat bencana, BNPB dapat segera melakukan penanganan, termasuk menggunakan DSP sebagai mata anggaran penunjangnya.

“Namun demikian, dalam proses penggunaan DSP tersebut, KPK menemukan dugaan konflik kepentingan dan suap,” ujar Taufik.

KPK mengendus kebijakan DSP di era Kepala BNPB Suharyanto justru mendatangkan keuntungan bagi pihak tertentu.

“Penggunaan DSP berbasis RKK tersebut diduga justru menguntungkan sejumlah pihak di lingkungan BNPB,” ujar Taufik.

 

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

  KPK Sita Rp800 Juta dari Hercule   ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp800 juta...

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK Tak Tutup Kemungkinan Periksa Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto

ASPEK.ID, YOGYAKARTA - Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan ada peluang pemanggilan terhadap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI...

Menko Polhukam Sebut RI Masih Butuh Jutaan APD Hadapi Covid-19

Mahfud MD: Korupsi BNPB, Bangsa Kita Betul-betul Sakit

  ASPEK.ID, JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan dugaan korupsi dana...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In