ASPEK.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk atau INCO, mencatat kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021 sebesar USD33,69 juta.
Jumlah ini lebih tinggi 16,35% dibanding 31 Maret 2020 sebesar USD28,95 juta, sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/4).
Perseroan juga mencatatkan pendapatan
sebesar USD206,55 juta atau naik 18,26% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar USD174,65 juta.
CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Nico
Kanter mengatakan, perseroan mencatat penjualan lebih tinggi karena disebabkan
oleh harga realisasi rata-rata yang lebih tinggi.
Harga realisasi itu, kata Nico, mengimbangi penurunan tingkat penjualan selama triwulan tersebut.
“Diuntungkan adanya kenaikan harga nikel pada triwulan pertama dan kami juga berhasil mengendalikan biaya operasi di tengah kenaikan harga bahan bakar dan batu bara,” ujar Nico dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4).
INCO mencatatkan adanya kenaikan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi USD154,81 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya USD154,17.
Sementara itu, beban usaha menurun menjadi USD1,08 juta dari sebelumnya USD1,60 juta, serta liabilitas sebesar USD272,82 juta dan ekuitas USD2,05 miliar.
Total aset perusahaan tambang yang sahamnya dikuasai oleh MIND ID (holding BUMN tambang) ini meningkat menjadi USD2,32 miliar dibanding tahun 2020 sebesar USD2,31 miliar.















